Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi Bertemu dengan Ketua Yayasan RSUD Al Ihsan di Tengah Polemik Perubahan Nama

Dedi Mulyadi pastikan jasa pendiri RSUD Al Ihsan tetap dihargai meski namanya diubah menjadi RSUD Welas Asih. Prasasti akan dibangun sebagai bentuk penghormatan.

Logompn

Published

on

Dedi mulyadi bertemu dengan ketua yayasan rsud al ihsan di tengah polemik perubahan nama
Dedi Mulyadi Bertemu dengan Ketua Yayasan RSUD Al Ihsan di Tengah Polemik Perubahan Nama. Gambar : Tangkapan Layar YouTube/Kang Dedi Mulyadi Channel

Jawa Barat, MPN Indonesia 9 Juli 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bertemu dengan Kiai Haji Olih Komarudin, Ketua Yayasan RSUD Al Ihsan pada beberapa hari lalu, untuk membahas polemik perubahan nama rumah sakit menjadi RSUD Welas Asih.

Pertemuan ini dilakukan di tengah kontroversi hukum terkait status pendirian rumah sakit tersebut.

Dedi menegaskan bahwa perubahan nama bukan berarti menghapus sejarah RSUD Al Ihsan.

Ia menyampaikan bahwa niat awal para tokoh yang menggagas rumah sakit tersebut patut dihargai.

“Jadi kalau niatnya bagus banget sebagai tokoh masyarakat, tokoh Islam di Jawa Barat. Pengin orang Jawa Barat punya rumah sakit Islam,” ujar Dedi Mulyadi melalui akun Instagram @dedimulyadi71, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (9/7).

Kontroversi Hukum dan Sejarah Pendirian RSUD Al Ihsan

RSUD Al Ihsan awalnya didirikan oleh para tokoh Islam dari berbagai organisasi seperti NU, Muhammadiyah, Persis, dan MUI.

Rumah sakit ini bertujuan menyediakan layanan kesehatan berbasis nilai-nilai Islam untuk masyarakat Jawa Barat.

Namun, masalah muncul ketika dana APBD Jawa Barat senilai sekitar Rp22 miliar digunakan dalam operasional rumah sakit dan dimasukkan ke dalam yayasan yang saat itu dipimpin oleh pejabat aktif, melanggar aturan administrasi.

“Tapi lupa pada mekanisme, uang pemerintah dimasukkan ke yayasan, yayasannya dipimpin oleh pejabat itu sendiri yang mengeluarkan uang, kan itu yang tidak boleh,” jelas Dedi.

Karena pelanggaran tersebut, RSUD Al Ihsan sempat menjadi objek sengketa hukum dan disita oleh pengadilan.

Baca Juga:  Terinspirasi dari Bahasa Jawa, Ini Arti Nama Putri Kaesang Pangarep dan Erina Gudono

Putusan akhirnya menyatakan bahwa aset rumah sakit menjadi milik Pemprov Jawa Barat, karena pembiayaannya berasal dari negara.

Ketua yayasan sebelumnya, Ukman Sutaryan, terjerat kasus korupsi dan digantikan oleh KH Olih Komarudin.

Penghormatan untuk Pendiri, Nama Baru RSUD Diambil dari Nilai Islam

Meskipun terdapat pelanggaran dalam proses awal, Dedi menegaskan bahwa kontribusi para pendiri tidak akan dihapus.

Pemprov Jawa Barat berencana membangun prasasti berisi nama-nama tokoh yang berjasa mendirikan rumah sakit tersebut.

“Tetap nama-nama perintisnya itu dimasukkan karena dia sudah berbuat baik walaupun langkahnya salah, tapi niatnya baik,” kata Dedi.

“Nanti kita bikinkan prasastinya. Jadi nanti prasasti perubahan dari RSUD Al Ihsan namanya menjadi RSUD Welas Asih,” tambahnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending