Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi Evaluasi Tempat Wisata di Bogor Pasca Banjir di Puncak

Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya akan mengevaluasi tempat wisata di Bogor pasca banjir yang melanda kawasan Puncak.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 05t144002.230
Dedi Mulyadi akan evaluasi tempat wisata Puncak | Gambar: Bapedda Jawa Barat

MPN Indonesia 5 Maret 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya akan mengevaluasi tempat wisata di Bogor pasca banjir yang melanda kawasan Puncak.

Evaluasi ini dilakukan untuk meninjau dampak infrastruktur wisata terhadap risiko bencana alam.

Dedi menekankan bahwa penanganan bencana harus lebih dari sekadar bantuan sembako, melainkan juga solusi jangka panjang.

“Perlu realokasi anggaran, termasuk salah satunya merespons peristiwa yang terjadi di masyarakat. Banjir belum selesai-selesai dari dulu. Makanya perlu realokasi karena selama ini penanganan bencana kan cukup dengan pembagian sembako,” ujar Dedi kepada wartawan, Selasa (4/3).

Alasan Dedi Ingin Evaluasi Tempat Wisata Puncak

Dedi mengungkapkan bahwa alasannya ingin melakukan evaluasi tempat wisata di Puncak adalah karena Jaswita, salah satu perusahaan pengelola pariwisata Puncak, menjadi salah satu penyebab banjir.

Berdasarkan informasi dari Bupati Bogor, salah satu struktur bangunan di tempat wisata tersebut jatuh ke sungai dan memperparah luapan air.

“Berdasarkan keterangan dari Bupati Bogor tadi, ada salah satu pion atau kubah Jaswita jatuh ke sungai, kemudian menyumbat dan menyebabkan luapan air,” jelasnya.

Bakal Berlaku Tegas ke Pengelola Wisata

Dedi menyatakan bahwa ia akan melakukan inspeksi langsung ke lokasi terdampak bersama Menteri Lingkungan Hidup pada Kamis mendatang.

Keputusan mengenai kelanjutan operasional tempat wisata akan diambil berdasarkan hasil inspeksi tersebut.

“Kalau saya sebagai gubernur, jika areal itu ternyata mengurangi daya resapan air dan menimbulkan bencana, tidak ada masalah untuk dievaluasi,” tegasnya.

Dedi menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.

“Swasta juga harus mengevaluasi diri, mana yang lebih didahulukan, keselamatan warga atau sekadar kesenangan beberapa orang? Keselamatan warga lebih utama dari apa pun,” ujarnya.

Baca Juga:  Polisi dan Imigrasi Kerja Sama Lacak WNA Pelaku Pencurian Uang di Agen Tarik Tunai Bogor

(AKM/NID/RAD)

Trending