Politik
Dedi Mulyadi Ungkap Rumahnya Dapat Kiriman King Cobra Dua Kali
Dedi Mulyadi dua kali diteror kiriman ular king cobra. Ia beri peringatan keras pelaku dan tetap menolak pengawalan khusus meski ada ancaman pembunuhan.
Jawa Barat, MPN Indonesia 29 Mei 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa rumah pribadinya telah dua kali menjadi sasaran teror berupa kiriman ular berbisa jenis king cobra oleh pihak tak dikenal.
Peristiwa ini disampaikannya melalui unggahan di media sosial pribadinya pada Selasa (27/5).
Dalam video yang dibagikan di Instagram dan TikTok, Dedi memberi peringatan keras kepada pelaku, yang diduga penggemar atau pemelihara ular.
“Buat para penggemar dan yang suka pelihara ular kobra, kan saya sudah minta pertama; gak boleh jadi bahan atraksi dan candaan. Apalagi kamu candanya sudah berlebihan,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip MPN Indonesia melalui Instagram @dedimulyadi71, Kamis (29/5).
Peringatan Keras Kepada Pelaku
Dedi menyatakan bahwa ini merupakan kejadian kedua ular king cobra diletakkan di depan rumahnya. Ia menegaskan agar aksi serupa tidak terulang.
“Sudah kedua kalinya kamu kirim ular king kobra ke gerbang pintu rumah saya. Jangan dong. Nanti yang ketiganya kamu apes, ketangkep loh,” katanya.
Ancaman Pembunuhan Pernah Diterima
Dedi Mulyadi juga pernah menerima ancaman pembunuhan melalui kolom komentar saat melakukan siaran langsung di kanal YouTube resminya pada malam 21 April 2025.
Menanggapi hal tersebut, Dedi mengaku sudah terbiasa dengan risiko semacam itu sejak menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
“Kalau saya sih sudah sejak saya jadi bupati sudah terbiasa ya diancam dibunuh, diancam diculik, diancam apapun dan itu kan bagian dari dinamika risiko seorang pemimpin,” ungkap Dedi Mulyadi kepada wartawan di Gedung Pakuan, Bandung, Rabu (23/4).
Hingga saat ini, ia belum mengambil langkah hukum atas ancaman tersebut, dan masih mempertimbangkan tindakan berdasarkan tingkat keseriusannya.
Tidak Minta Pengawalan Khusus
Meski menghadapi teror dan ancaman, Dedi memilih tidak meminta pengawalan khusus.
Ia tetap mempercayakan perlindungan kepada ajudan dan tim protokoler.
“Saya biasa aja mempercayakan diri bahwa rakyat Jawa Barat melindungi saya, dan saya mempercayakan diri juga pada ajudan atau tim pengamanan dari Polda Jabar,” jelasnya.
Reaksi Publik dan Refleksi 100 Hari Kerja
Unggahan Dedi di media sosial menuai banyak respons dari warganet. Banyak yang mengecam pelaku dan menyuarakan kekhawatiran atas keselamatan keluarganya.
Salah satu warganet @adiset*** menulis, “Tangkap saja pak Gubernur jangan di kasih toleransi, ular king kobra itu bahaya.. saran saya perketat penjagaan di rumah pribadi bapak.”
Di luar kasus teror, Dedi juga menyampaikan refleksi atas 100 hari kepemimpinannya bersama Kang Erwan di Jawa Barat.
Ia mengakui hasil belum sepenuhnya tampak, namun struktur awal sudah mulai dibentuk.
“Infrastruktur sudah terbangun dan berjalan yang berfokus pada pembenahan pembentukan sikap dan mental,” pungkasnya.
Dedi juga menekankan bahwa kritik dan dukungan dari masyarakat adalah bentuk perhatian yang ia hargai.
“Saya tidak akan menganggap yang mendukung itu saudara kandung kemudian yang kritik saudara tiri, enggak dua-duanya adalah sahabat saya,” tutupnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
