Connect with us

Politik

Eni Temukan Gas Raksasa di Kalimantan Timur, Bahlil: Ini Strategi agar Gas Kita Tidak Impor

Perusahaan energi asal Italia, Eni, menemukan cadangan gas raksasa melalui sumur eksplorasi Geliga-1 di Blok Ganal, Cekungan Kutai.

Logompn

Published

on

ENI Temukan Gas Raksasa di Kalimantan Timur, Bahlil Ini Strategi agar Gas Kita Tidak Impor
Eni Temukan Gas Raksasa di Kalimantan Timur, Bahlil: Ini Strategi agar Gas Kita Tidak Impor. Gambar: Instagram/@bahlillahadalia

Kalimantan Timur, MPN Indonesia 20 April 2026 - Perusahaan energi asal Italia, Eni, menemukan cadangan gas raksasa melalui sumur eksplorasi Geliga-1 di Blok Ganal, Cekungan Kutai, sekitar 70 kilometer dari lepas pantai Kalimantan Timur.

Temuan tersebut diumumkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4).

Berdasarkan estimasi awal, sumur tersebut memiliki potensi sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan 300 juta barel kondensat.

“Nah saya mengumumkan teman-teman bahwa ENI baru mendapatkan satu wilayah kerja baru, Giant dan blok Geliga yang menghasilkan 5 triliun cubic feet untuk gas,” ujar Bahlil.

Sebelum penemuan di Geliga-1, pemerintah lebih dulu mencatat temuan di Blok Gula yang memiliki potensi sekitar 2 Tcf gas dan 75 juta barel kondensat.

Dengan demikian, total potensi dari dua blok tersebut mencapai 7 Tcf gas dan jutaan barel kondensat yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2028 di Kalimantan Timur.

Target Produksi

Dikutip MPN Indonesia dari situs resmi Eni, sumur Geliga-1 dibor hingga kedalaman total sekitar 5.100 meter pada kedalaman laut sekitar 2.000 meter.

Hasil pengeboran menunjukkan adanya lapisan gas tebal dengan kualitas reservoir yang baik.

Saat ini, perusahaan tengah menyiapkan uji alir (drill stem test/DST) untuk memastikan tingkat produktivitas sumur tersebut.

Adapun saat ini produksi gas berada di kisaran 600–700 juta kaki kubik per hari (MMscfd), pada 2028 ditargetkan meningkat menjadi sekitar 2.000 MMscfd pada 2028 dan berkembang menjadi 3.000 MMscfd pada 2030.

Selain gas, produksi kondensat juga ditargetkan meningkat. Pada 2028, produksi kondensat diproyeksikan mencapai 90.000 barel per hari, dan pada 2029–2030 bertambah menjadi 150.000 barel per hari.

Baca Juga:  Menteri ESDM akan Bangun Pembangkit Nuklir di Sumatra dan Kalimantan

“Ini strategi agar gas kita tidak impor, kita penuhi dalam negeri, dan dorong untuk hilirisasi. Selain itu juga kurangi impor crude dengan adanya penambahan kondensat,” katanya,.

Integrasi dengan Proyek Eksisting

Penemuan Geliga-1 merupakan bagian dari pengembangan proyek Indonesia Deepwater Development (IDD).

Secara pengembangan, temuan ini berpotensi terintegrasi dengan proyek Gendalo dan Gandang (South Hub) serta Geng North dan Gehem (North Hub).

Pada proyek North Hub, Eni akan memanfaatkan fasilitas produksi terapung (FPSO) dengan kapasitas 1 miliar kaki kubik gas per hari dan 90.000 barel kondensat per hari yang terhubung dengan kilang LNG Bontang.

Penilaian awal menunjukkan bahwa gabungan sumber daya Geliga dan Gula memiliki kapasitas untuk menghasilkan tambahan sekitar 1 miliar kaki kubik gas per hari dan sekitar 80.000 barel kondensat per hari.

(AKM/NID/RAD)

Trending