Connect with us

Politik

Buka Suara soal Pertamax Bakal Naik, Bahlil: Kalau ICP Naik Otomatis Harga akan Naik

Bahlil Lahadalia buka suara soal kabar kenaikan Pertamax. Pertamina memastikan belum ada perubahan harga BBM nonsubsidi pada September 2026.

Logompn

Published

on

Luruskan Kabar soal Pertamax Bakal Naik, Bahlil Kalau ICP Naik Otomatis Harga akan Naik
Luruskan Kabar soal Pertamax Bakal Naik, Bahlil: Kalau ICP Naik Otomatis Harga akan Naik. Gambar: YouTube/KementerianESDM

MPN Indonesia 23 September 2026 - Kabar mengenai kenaikan Pertamax yang beredar di media sosial diluruskan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Selasa (22/9).

Bahlil menegaskan harga BBM nonsubsidi mengikuti pergerakan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), sehingga penyesuaian hanya terjadi apabila ICP berubah.

“Kalau harga minyak nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi,” ujar Bahlil dalam pernyataan resminya.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi informasi yang beredar mengenai dugaan kenaikan harga Pertamax.

Hingga saat ini, pemerintah memastikan belum ada penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

Pertamina Pastikan Belum Ada Perubahan Harga BBM

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga memastikan tidak terdapat perubahan harga BBM nonsubsidi di seluruh SPBU Pertamina per Senin (21/9).

Pernyataan tersebut sekaligus mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial mengenai penyesuaian harga Pertamax pada tanggal tersebut.

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan harga BBM nonsubsidi masih mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Kami memastikan bahwa per 21 September 2026 tidak terdapat perubahan harga BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina. Informasi mengenai adanya penyesuaian harga pada tanggal tersebut tidak benar,” ujar Kitty.

Kitty juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Kitty.

Baca Juga:  Minta Biaya Admin Rp5 Ribu dari Konsumen yang Beli Pertamax, Petugas SPBU Ini Langsung Dipecat

Bahlil Ingatkan BBM Subsidi untuk Masyarakat Layak

Pada kesempatan yang sama, Menteri ESDM juga mengingatkan masyarakat berpenghasilan tinggi agar tidak menggunakan BBM subsidi.

Ia mencontohkan temuan kepolisian di Makassar terkait sebuah mobil Pajero yang mengisi Pertalite dengan tangki yang telah dimodifikasi.

Bahlil Lahadalia menyebut tangki kendaraan tersebut mampu menampung sekitar 700 liter.

Menurutnya, Pertalite yang ditampung dalam jumlah besar diduga akan dijual kembali.

“Ya cobalah kita pakai perasaan. Saya berkali-kali terus ini, ngomong ini. Jangan. Kasihan saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” ujar Bahlil.

Ia juga menegaskan masyarakat yang mampu seharusnya tidak mengambil hak penerima subsidi.

“Masa, sih, kita enggak malu sama saudara-saudara kita yang harus mendapatkan subsidi BBM, tapi jatahnya diambil oleh orang yang mampu. Tidak hanya sampai ke sana. Diambil, dijual lagi. Wah itu sudah saya enggak tahu lagi ya pikiran udah gimana lah,” ujar Bahlil.

Bahlil Lahadalia Tegaskan Stok BBM pada Standar Minimal

Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM nasional berada dalam kondisi aman.

Ketersediaan cadangan saat ini memenuhi standar minimal pemerintah.

“Yang terpenting sekarang pemerintah memastikan, cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal 18-21 hari,” ungkapnya.

Selain itu, Bahlil Lahadalia kembali menegaskan tidak akan ada kenaikan harga BBM subsidi hingga akhir 2026.

“Yang kedua, harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Udah itu deal, itu perintah Pak Presiden Prabowo,” tegas Bahlil.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending