Berita
Kebakaran di Tenggarong Kutai Kartanegara Hanguskan Lebih dari 50 Rumah, 90 Petugas Dikerahkan
Kebakaran di Tenggarong, Kutai Kartanegara, menghanguskan lebih dari 50 rumah. Sebanyak 90 personel dan sejumlah armada dikerahkan ke lokasi.
Kalimantan Timur, MPN Indonesia 6 Oktober 2026 - Kebakaran melanda permukiman padat di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Senin (5/10) sore.
Api menghanguskan lebih dari 50 rumah, sementara laporan lain mencatat sekitar 75 bangunan terdampak.
Sebanyak 90 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan api yang cepat merambat akibat bangunan berbahan kayu, angin kencang, dan keterbatasan air.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, menjelaskan pengerahan personel dan armada.
“Kami menerjunkan sembilan armada serta 90 personel dari regu piket maupun siaga untuk memadamkan kebakaran,” kata Fida dalam pernyataannya.
Api muncul dari kawasan Jalan Danau Aji dan kemudian merambat hingga Jalan AM Alimuddin.
Laporan mengenai waktu kejadian mencatat api mulai terlihat sekitar pukul 16.30 Wita.
Damkar juga menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.50 hingga 17.00 Wita.
Petugas kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 17.20 Wita dan langsung melakukan pemadaman.
Kebakaran Tenggarong Terkendala Akses Sempit dan Pasokan Air
Proses pemadaman menghadapi kendala karena kawasan tersebut merupakan permukiman padat.
Gang sempit membuat kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau seluruh titik api.
“Tenggarong (kebakaran). Zona merahnya memang pemadam itu,” kata Fida.
Menurut Fida, kawasan tersebut telah menjadi perhatian Damkar selama lebih dari tiga tahun.
Kondisi rumah yang rapat membuat penanganan kebakaran rumah menjadi lebih sulit.
“Kurang lebih tiga tahun lebih, itu memang kawasan yang sudah kita wanti-wanti untuk kita waspadai,” ujarnya.
Fida mengatakan sumber air di kawasan tersebut juga terbatas.
Kondisi permukiman yang sempit semakin menyulitkan pergerakan armada.
“Terutama sumber-sumber air kita yang memang tidak ada di situ, minim. Dan padat ya, kemudian sempit gitu. Unit-unit kita nggak bisa masuk ke dalam,” lanjut Fida.
Sebagian rumah warga berbahan kayu sehingga api dapat merambat dengan cepat.
Hembusan angin kencang saat kondisi kemarau turut memengaruhi penyebaran api.
Petugas sempat berhasil menekan kobaran api.
Namun, api kembali membesar ketika armada harus meninggalkan lokasi untuk mengisi air.
“Begitu air habis kita mau ngisi, angin datang nyala lagi,” katanya.
Pasokan air harus didatangkan dari lokasi yang berjarak sekitar satu kilometer.
“Kita suplai air itu satu kilometer,” ujar Fida.
Keterbatasan armada juga terjadi karena sebagian unit sedang menangani kebakaran hutan dan lahan.
Armada tersebut berada di antaranya di Sangasanga dan Kota Bangun.
“Minimnya sumber air di lokasi kejadian menjadi hambatan lapangan karena sebagian unit armada sedang menangani karhutla di Sangasanga,” tutur Fida.
Hidran dan Tandon Digunakan Saat Kebakaran
Damkar Kutai Kartanegara sebelumnya telah melakukan pemetaan kawasan Danau Aji.
Pemetaan dilakukan menggunakan drone dan pemeriksaan secara manual.
“Kita sudah melakukan pemetaan. Kita tarik dari drone, terus kita petakan secara manual,” ujar Fida.
Karakter permukiman menjadi salah satu perhatian dalam pemetaan tersebut.
Rumah-rumah berada dalam jarak yang berdekatan.
“Di kawasan padat, atap ketemu atap rumah itu pasti sudah. Dapur ketemu dapur, dinding ketemu dinding,” katanya.
Pemerintah sebelumnya juga menyediakan fasilitas untuk mendukung mitigasi kebakaran di kawasan tersebut.
Fasilitas yang tersedia untuk mendukung penanganan kebakaran, seperti hidran kering sepanjang sekitar 1.000 meter yang terhubung dari Sungai Tenggarong.
Adapun dua tandon air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
Petugas juga memanfaatkan sumber air dari kolong rumah warga dan kolam di sekitar permukiman.
Selain itu, tim relawan menggunakan mesin pompa portabel untuk membantu proses pemadaman.
“Fasilitas hidran kering sepanjang seribu meter dari Sungai Tenggarong yang dibangun pemerintah terbukti berfungsi baik membantu pengisian air,” kata Fida.
Hidran tersebut digunakan untuk membantu mempertahankan penyekatan api.
Namun, beberapa armada tetap harus bolak-balik mencari pasokan air.
“Nah, saya yang berada di posisi barat, yang mengamankan di posisi barat, di situ yang gagal. Yang gagal artinya bolak-balik, unit bolak-balik ngisi,” ujarnya.
Fida mengatakan keterbatasan air membuat petugas harus menunggu armada kembali membawa pasokan.
“Begitu air habis kita mau ngisi, angin datang nyala lagi. Nah, kita ngelihat api-api itu membakar rumah warga tanpa kita bisa berbuat apa-apa, masih menunggu air datang,” katanya.
Puluhan Bangunan Terdampak di Kutai Kartanegara
Data mengenai dampak kebakaran masih dalam proses pendataan.
Damkar mencatat lebih dari 50 rumah terdampak, sementara laporan lain menyebut sekitar 75 bangunan terbakar.
Informasi awal menyebut api diduga muncul dari bagian dapur sebuah rumah kontrakan.
Rumah tersebut disebut milik Tamino dan dihuni Nami, seorang penjual kue keliling.
Saat kebakaran terjadi, Nami disebut sedang tidak berada di rumah.
Fida menegaskan informasi mengenai titik awal api masih berdasarkan keterangan masyarakat.
“Info-info yang tadi saya dengar dari masyarakat tadi di situ, saksi mata mengatakan rumah itu di dapur,” katanya.
Laporan Damkar menyatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Dugaan sementara mengarah pada korsleting arus listrik dari rumah kontrakan tersebut.
Fida menyebut listrik dan aktivitas memasak sebagai hal yang perlu diperhatikan warga.
“Ancaman yang tidak pernah berhenti, listrik dan memasak,” ujarnya.
Armada Gabungan Dikerahkan ke Lokasi
Penanganan kebakaran melibatkan Damkar, BPBD, kepolisian, PDAM, dan kelompok relawan.
Sejumlah kendaraan pemadam serta pendukung dikerahkan menuju lokasi.
Armada yang terlibat dalam penanganan terdiri dari 5 unit truk Damkar Kutai Kartanegara dan 3 unit truk BPBD Kutai Kartanegara.
Selain itu, 1 unit AWC Sat Samapta Polres Kukar serta armada tangki PDAM turut dikerahkan ke lokasi.
Tim relawan juga menggunakan kendaraan dan mesin portabel untuk membantu proses penanganan.
Bantuan armada tambahan datang dari Loa Kulu, Sangasanga, Kota Bangun, wilayah Kukar lainnya, hingga Samarinda.
Informasi lain menyebut sembilan armada Damkar dikerahkan bersama 90 personel gabungan.
Sepuluh armada juga dilaporkan telah lebih dahulu berada di lokasi sebelum bantuan tambahan tiba.
Pemadaman berlangsung sekitar tiga jam sebelum petugas melanjutkan proses pendinginan.
Laporan lain mencatat pemadaman selesai sekitar pukul 20.00 Wita.
Pendinginan kemudian dilanjutkan hingga sekitar pukul 22.00 Wita.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran di Tenggarong tersebut.
Namun, sejumlah warga mengalami sesak napas, luka bakar ringan, dan syok.
Beberapa warga kemudian dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans Damkar maupun relawan.
Jumlah pemilik rumah terdampak masih dapat bertambah karena pendataan belum selesai.
Kerugian materi sementara dalam salah satu laporan ditaksir sekitar Rp10 miliar.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
