Connect with us

Politik

Ferry Irwandi Ungkap Dalang Kerusuhan Demo Bisa Dilacak lewat Keyword Medsos

Ferry Irwandi menyatakan pelacakan terhadap pihak yang berada di balik kerusuhan dapat dilakukan dengan mudah apabila aparat memanfaatkan jejak digital di media sosial.

Logompn

Published

on

Ferry irwandi ungkap dalang kerusuhan demo bisa dilacak lewat keyword medsos
Ferry Irwandi Ungkap Dalang Kerusuhan Demo Bisa Dilacak lewat Keyword Medsos | Gambar: YouTube/Official iNews

MPN Indonesia 3 September 2025 - Founder Malaka Project, Ferry Irwandi, menyatakan bahwa pelacakan terhadap pihak yang diduga berada di balik kerusuhan dapat dilakukan dengan mudah apabila aparat serius memanfaatkan teknologi analisis data dan jejak digital di media sosial.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam program Rakyat Bersuara bertajuk Aksi Massa, Siapa Berada di Baliknya? yang ditayangkan di kanal YouTube Official iNews pada Selasa (2/9).

Ferry menjelaskan bahwa metode data analytics, scraping, dan open source intelligence (OSINT) dapat dijadikan pintu masuk untuk melacak sumber awal penyebaran isu yang memicu aksi massa.

Menurutnya, penelusuran sederhana dengan menggunakan kata kunci (keyword) di media sosial sudah cukup untuk melihat pola penyebaran isu.

“Dan saya tidak perlu pakai scraping atau OSINT untuk mencari tahu, by keyword saja,” kata Ferry dikutip MPN Indonesia pada Rabu (3/9).

Temuan Bisa jadi Bahan Awal Investigasi Aparat

Dalam keterangannya, Ferry menegaskan bahwa perangkat sederhana dapat membantu menelusuri pola penyebaran isu secara terbuka.

Ia bahkan langsung memberikan contoh penggunaan kata kunci untuk menemukan pola afiliasi pengguna media sosial.

“Di Google, di TikTok, Google, by date 25 Agustus sebelumnya hashtag bubarkan DPR, lihat afiliasi orang-orang itu siapa, yang dia dukung instansi mana, yang tidak dia dukung siapa, yang dia serang, that’s it, akun-akunnya, simple kok,” ujarnya.

Meski begitu, Ferry menekankan bahwa hasil penelusuran tersebut tidak serta-merta bisa dijadikan bukti adanya dalang kerusuhan.

Namun, menurutnya, temuan itu bisa menjadi bahan awal aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

“Saya gak bilang apakah mereka benar-benar didalangi atau tidak, tapi kalau belajar, kalau kita ingin mencari tahu, tidak usah pakai kata yang berbunga-bunga atau kata-kata shopisticated lah. Langsung gitu aja udah ketemu kok,” katanya.

Baca Juga:  Protes Antipemerintah di Kenya Berujung Ricuh, 11 Orang Tewas dan 567 Orang Ditangkap

Siap Terima Konsekuensi

Ferry menyoroti bahwa teknologi algoritma memiliki dua sisi. Ia bisa berbahaya jika disalahgunakan, tetapi juga sangat bermanfaat bila digunakan dengan kapasitas yang memadai.

“Anyway, saya bisa berani jamin ketika semua orang di ruangan ini mencari tahu 25 Agustus hashtag bubarkan DPR afiliasinya di mana, di TikTok, Instagram, atau Twitter, semua orang pasti akan mendapat ini dalam waktu kurang dari lima menit,” tutur Ferry.

Menurut Ferry, kemajuan teknologi saat ini membuat proses pelacakan jauh lebih mudah dibandingkan era sebelumnya.

Ia menambahkan bahwa aparat penegak hukum dapat memanfaatkan jalur digital untuk menelusuri aliran dana maupun keterkaitan pihak-pihak tertentu.

“Di situ aparat bisa cari, bisa tracking, bukan berarti mereka, tapi seenggaknya ada satu jalur yang terbuka. Nah di situ aliran dana bisa dilihat, bisa di-track. Kalau benar-benar gak ketemu, ‘Ah ini kebetulan ribuan orang aja,’ saya siap dengan konsekuensinya,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending