Connect with us

Politik

Gibran Gelar Rapat bareng Perwakilan Pengemudi Ojol di Istana Negara

Wapres Gibran bertemu perwakilan pengemudi ojol bahas insiden demo yang menewaskan Affan Kurniawan. Driver sampaikan aspirasi, imbau tolak anarkis, dan Gibran janji kawal hukum.

Logompn

Published

on

Gibran gelar rapat bareng perwakilan pengemudi ojol di istana negara
Gibran Gelar Rapat bareng Perwakilan Pengemudi Ojol di Istana Negara. Gambar : Dok. Laman Wakil Presiden Republik Indonesia

MPN Indonesia 1 September 2025 - Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka menggelar pertemuan dengan perwakilan pengemudi ojek online (ojol) dari Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Minggu (31/8).

Pertemuan berlangsung sebelum Gibran mengikuti Sidang Kabinet Paripurna dan membahas situasi pasca insiden yang menimpa driver ojol, Affan Kurniawan, dalam aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8).

Driver Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wapres

Perwakilan Gojek, Rahman, menyebut pertemuan ini menjadi wadah menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah.

“Alhamdulillah, [dalam] pertemuan tadi lebih banyak kita yang meminta, mengajukan aspirasi kepada Pak Wapres dan alhamdulillah kita sefrekuensi ya untuk permasalahan yang saat ini sedang terjadi,” kata Rahman dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi wapresri.go.id, Senin (1/9).

Ia mengungkap keresahan para driver akibat aksi unjuk rasa yang meluas sehingga aktivitas kerja terganggu.

“Dan juga kita minta kepada pihak pemerintah untuk lebih cepat, untuk mengkondisikan kejadian-kejadian dan keadaan hari ini. Karena terus terang, dengan [adanya unjuk rasa] beberapa hari ini kami, teman-teman ojek online, terganggu dalam mata pencaharian. Jumlah penumpang menurun, rasa was-was,” ujarnya.

Komunitas Ojol Serukan Tolak Anarkis

Rahman menegaskan bahwa komunitas ojol sudah mengimbau anggotanya agar tidak terprovokasi untuk melakukan aksi anarkis.

“Demo memang merupakan hak demokrasi yang dilindungi oleh undang-undang. Tapi jangan bersifat atau melakukan tindakan-tindakan anarkis seperti perusakan fasilitas umum dan penjarahan. Itu memang tidak kami inginkan,” tegasnya.

Gibran Janji Kawal Proses Hukum

Rahman mengungkapkan bahwa Gibran merespons positif aspirasi tersebut dan menjanjikan pengawalan proses hukum atas insiden yang menewaskan Affan Kurniawan.

Baca Juga:  Ojol dan Opang di Stasiun Tigaraksa Damai, Ini 9 Kesepakatan yang Ditandatangani

“Alhamdulillah beliau tadi menangkapnya secara positif dan menjanjikan akan melakukan proses hukum kepada para pelaku insiden yang menimpa almarhum, rekan kita, Affan Kurniawan,” ucapnya.

Ia menambahkan, “Kiranya hanya itulah yang bisa meredam kemarahan khususnya teman-teman ojek online. Dengan penegakan hukum yang pasti, menghukum seberat-beratnya tujuh oknum dari Satuan Brimob Polda Metro Jaya dan diberikan rasa keadilanlah khususnya pada keluarga almarhum dan pada teman-teman,” tambahnya.

Dugaan Infiltrasi dalam Aksi

Rahman menilai adanya pihak luar yang memanfaatkan aksi unjuk rasa untuk kepentingan lain.

“Saya juga, teman-teman, berani menjamin kalau anak-anak Ojol selama ini demo juga tidak pernah anarkis, tidak pernah melakukan penjarahan. Sepertinya demo-demo saat ini sudah disusupilah. Arahnya sudah beda dari awal, awal kejadian dan keinginan kami sebagai Ojol,” imbuhnya.

Imbauan Jaga Kondusivitas

Mengakhiri pertemuan, Rahman mengimbau seluruh pengemudi ojol untuk tidak terprovokasi ajakan aksi anarkis.

“Untuk teman-teman Ojol, baik yang tergabung dalam komunitas ataupun single fighter di manapun berada, mari, jangan terpancing isu-isu provokatif dan ajakan-ajakan demo yang bersifat anarkis,” serunya.

Seorang pengemudi perempuan yang hadir juga menyampaikan pesan singkat, “Jaga Jakarta, jaga Indonesia. [Semoga] Indonesia lebih maju lagi.”

(AKM/NID/RAD)

Trending