Connect with us

Politik

Indonesia Resmi Gabung sebagai Anggota Penuh BRICS

Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS mulai Januari 2025. Langkah ini memperkuat posisi ekonomi Indonesia di kancah global.

Actress 1299250

Published

on

Indonesia Resmi Gabung sebagai Anggota Penuh BRICS
Indonesia Resmi Gabung sebagai Anggota Penuh BRICS. Gambar: Reuters

MPN Indonesia 8 Januari 2025 - Indonesia secara resmi telah bergabung dengan blok ekonomi BRICS sebagai anggota penuh, menurut pernyataan resmi dari pemerintah Brasil pada Senin (6/1).

Langkah ini memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama internasional di antara negara-negara berkembang.

Keanggotaan Indonesia Disetujui dalam Konsensus

Pemerintah Brasil, yang akan memimpin BRICS pada 2025, mengonfirmasi bahwa keputusan untuk menerima Indonesia sebagai anggota penuh diambil melalui konsensus pada KTT BRICS 2023 di Johannesburg, Afrika Selatan.

Meskipun disetujui pada 2023, Indonesia meminta penundaan pengumuman resmi hingga setelah pemilihan presiden pada Oktober 2024, yang dimenangkan oleh Prabowo Subianto.

Keanggotaan ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk mendukung reformasi lembaga tata kelola global dan memperdalam kerja sama dengan negara-negara di Global South, menurut pernyataan pemerintah Brasil.

“Indonesia berbagi dengan anggota kelompok lainnya mendukung untuk reformasi lembaga tata kelola global, dan berkontribusi positif terhadap pendalaman kerja sama di Global South,” ungkap pemerintah Brasil.

Transformasi BRICS: Dari BRIC ke BRICS

BRICS awalnya didirikan pada 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan China.

Afrika Selatan kemudian bergabung pada 2010, menjadikan blok tersebut dikenal sebagai BRICS.

Seiring waktu, keanggotaan blok ini terus berkembang, termasuk Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab, sebelum Indonesia bergabung sebagai anggota penuh mulai 1 Januari 2025.

Nama BRICS berasal dari akronim negara-negara pendiri, yang pertama kali diperkenalkan oleh ekonom Goldman Sachs, Jim O’Neill, dalam makalah penelitian pada 2001.

Pada awalnya, gagasan ini didasarkan pada pertumbuhan ekonomi yang signifikan dari negara-negara tersebut, yang dianggap mampu menantang dominasi negara-negara G7.

Baca Juga:  Usai Ziarah ke Makam Paus Fransisukus, Menag Nasaruddin Umar Bertemu dengan Paus Leo XIV

Fokus Kerja Sama dan Dedolarisasi

Pada KTT BRICS terakhir di Kazan, Rusia, pada November 2024, negara-negara anggota membahas isu-isu strategis, termasuk penguatan transaksi dalam mata uang lokal untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Usulan ini telah memicu reaksi keras dari Presiden AS terpilih, Donald Trump, yang mengancam dengan penerapan tarif impor sebesar 100 persen pada anggota BRICS.

Salah satu tujuan utama BRICS di bawah kepemimpinan Brasil pada 2025 adalah memfasilitasi perdagangan antarnegara anggota melalui pengembangan alat pembayaran baru.

Strategi ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi negara-negara anggota, termasuk Indonesia, yang kini memiliki hak suara penuh dalam pengambilan keputusan BRICS.

Dampak Keanggotaan Indonesia

Keikutsertaan Indonesia sebagai anggota penuh BRICS diyakini membawa dampak positif bagi politik dan ekonomi negara.

Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan, menyebutkan bahwa langkah ini merupakan perwujudan dari politik luar negeri bebas aktif Indonesia.

Selain itu, kemitraan dengan negara-negara BRICS dianggap sebagai bagian dari strategi multiple alignment yang memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

Dengan status baru ini, Indonesia akan memiliki akses penuh terhadap program dan fasilitas BRICS, serta peluang untuk berkontribusi lebih besar dalam isu-isu global.

Konferensi BRICS di Brasil pada 2025

Sebagai agenda berikutnya, Brasil akan menjadi tuan rumah KTT BRICS di Rio de Janeiro pada Juli 2025.

Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum bagi anggota baru, termasuk Indonesia, untuk semakin memperkuat kerja sama ekonomi dan politik dalam kerangka BRICS.

Trending