Connect with us

Politik

Kata Istana soal Prabowo dan Gibran Tak Duduk Sebelahan saat Sidang Kabinet Paripurna

Istana memberikan penjelasan terkait posisi duduk Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak bersebelahan dalam Sidang Kabinet Paripurna.

Logompn

Published

on

Kata Istana soal Prabowo dan Gibran Tak Duduk Sebelahan saat Sidang Kabinet Paripurna
Kata Istana soal Prabowo dan Gibran Tak Duduk Sebelahan saat Sidang Kabinet Paripurna. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 22 Juli 2026 - Pihak Istana memberikan penjelasan terkait posisi duduk Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak bersebelahan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7).

Perbedaan posisi tersebut menjadi sorotan publik karena dalam kegiatan kenegaraan sebelumnya, keduanya biasanya duduk berdampingan.

Dalam sidang tersebut, Prabowo Subianto duduk di tengah menghadap seluruh peserta, sementara Gibran Rakabuming Raka berada di jajaran menteri.

Penjelasan Mensesneg

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa perubahan posisi duduk dalam sidang tersebut disebabkan oleh kebutuhan teknis.

“Nah, itulah yang kemudian menjawab pertanyaan, yang secara layout kalau Saudara-saudara kemarin perhatikan, Bapak Presiden berada di tengah-tengah. Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan,” kata Pras kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/7).

Ia menjelaskan bahwa penggunaan alat bantu teleprompter oleh Prabowo menjadi faktor dalam penyesuaian tata letak tersebut.

Menurut Prasetyo, penggunaan teleprompter diperlukan karena Prabowo menyampaikan banyak data terkait capaian pemerintahan.

“Di situ, karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kalau Saudara-saudara perhatikan, karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, beliau menggunakan alat bantu yang namanya teleprompter,” jelasnya.

Kebutuhan tersebut membuat Prabowo harus duduk di posisi tengah agar dapat membaca materi yang ditampilkan melalui perangkat tersebut.

Istana Tegaskan Tidak Ada Isu Lain

Istana menegaskan bahwa perubahan posisi duduk dalam sidang tersebut tidak berkaitan dengan dinamika internal kabinet maupun hubungan antara Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga:  Hadiri Peresmian, Prabowo Jajal KRL dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Tanah Abang Baru

Prasetyo menyatakan bahwa seluruh jajaran kabinet tetap dalam kondisi solid.

“Tidak ada, sama sekali tidak ada. Kami pada posisi sekarang sedang kompak, semua berusaha mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending