Connect with us

Politik

Prabowo Dorong Akselerasi Kerja Sama dengan Brasil di Sektor Pertanian hingga Pertahanan

Prabowo mendorong percepatan kerja sama antara Indonesia dan Brasil di sektor pertanian, energi bersih, dan pertahanan.

Logompn

Published

on

Prabowo dorong akselerasi kerja sama dengan brasil di sektor pertanian hingga pertahanan
Prabowo Dorong Akselerasi Kerja Sama dengan Brasil di Sektor Pertanian hingga Pertahanan | Gambar: Tim Media Presiden

MPN Indonesia 10 Juli 2025 - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendorong percepatan kerja sama nyata antara Indonesia dan Brasil di sektor pertanian, energi bersih, dan pertahanan.

Hal ini disampaikan dalam pernyataan pers bersama Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada Rabu (9/7) di Istana Planalto, Brasilia.

Prabowo menilai bahwa Brasil merupakan negara dengan pencapaian signifikan dalam bidang biofuel dan modernisasi pertanian yang dapat menjadi model bagi Indonesia.

“Brasil memberi teladan yang luar biasa dalam penggunaan biofuel serta inovasi sektor pertanian. Produktivitas Brasil luar biasa, dan kami ingin belajar dari pengalaman itu,” ujar Prabowo dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Presiden RI, Kamis (10/7).

Ia menambahkan bahwa pemerintah Brasil telah menyambut baik rencana Indonesia untuk mengirim lebih banyak tim teknis guna mempelajari teknologi di bidang pertanian dan energi terbarukan.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen mencapai 100 persen energi terbarukan dalam waktu sepuluh tahun ke depan, dan menyatakan bahwa target tersebut kemungkinan bisa dicapai lebih cepat dari tahun 2040.

“Sekali lagi, kami melihat keberhasilan Brasil dalam mengembangkan biofuel. Dan saya pikir kami bertekad untuk mengejar kemajuan yang telah Brasil capai,” katanya.

Kerja Sama Pertahanan dan Ketahanan Pangan

Dalam aspek pertahanan, Prabowo menyampaikan keinginan Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan Brasil melalui implementasi Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Indonesia–Brasil.

Kolaborasi ini mencakup produksi dan transfer teknologi bersama, peningkatan pelatihan militer, serta kolaborasi teknologi pada sistem rudal dan kapal selam.

Selain itu, kerja sama bilateral akan diperluas melalui peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia.

Dalam bidang ketahanan pangan, Prabowo menekankan pentingnya kemandirian pangan dan menyebut program Brasil sebagai model inspiratif, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi anak.

Baca Juga:  100 Hari Prabowo-Gibran: Survei Litbang Kompas Tunjukkan Kepuasan Publik Capai 80,9%

Ia menyampaikan bahwa Indonesia sedang menjalankan program makan bergizi gratis bagi anak-anak dan ibu hamil dengan target 82,9 juta porsi per hari pada Desember 2025.

“Kami saat ini tengah menjalankan program ambisius penyediaan makan bergizi gratis bagi anak-anak dan ibu hamil di Indonesia,” ucapnya.

Keselarasan Geopolitik dan Diplomasi Global

Prabowo juga menyampaikan keselarasan pandangan antara Indonesia dan Brasil dalam sejumlah isu geopolitik global.

Ia mengungkapkan harapannya agar kedua negara dapat terus berkoordinasi dalam berbagai inisiatif internasional, termasuk upaya penyelesaian konflik secara damai.

Mengenai konflik global, Indonesia mendukung pendekatan Brasil terhadap penyelesaian damai di berbagai wilayah, termasuk dukungan terhadap kelompok sahabat untuk mendorong gencatan senjata di Ukraina.

“Mengenai Timur Tengah, sekali lagi kami sangat menghargai pendirian kuat Anda mengenai perlunya gencatan senjata segera di Gaza,” ucap Prabowo kepada Lula.

Prabowo juga menekankan dukungannya terhadap agenda reformasi tata kelola global, terutama di tubuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia menyebut pentingnya peningkatan representasi negara-negara besar baru dan perlunya koordinasi dengan beberapa negara untuk mendorong reformasi ini.

“Saya pikir kita harus memainkan peran yang lebih bertanggung jawab dan memimpin, dan saya pikir kita harus menggabungkan upaya kita, menyatukan suara kita untuk mendorong reformasi ini bersama negara-negara lain seperti India, Afrika Selatan, Mesir, Nigeria, Jerman, Jepang, dan Meksiko,” ungkapnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending