Politik
Bantu Tangani Banjir Jakarta, Dedi Mulyadi Janji Revisi Tata Ruang Bogor
Dedi Mulyadi menyatakan komitmennya untuk membantu mengatasi banjir Jakarta dengan merevisi tata ruang di Bogor.
Jawa Barat, MPN Indonesia 11 Juli 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan komitmennya untuk membantu mengatasi banjir Jakarta dengan merevisi tata ruang wilayah hulu yang berada di Bogor, Jawa Barat.
Upaya ini dinyatakan dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Kamis (10/7).
Langkah yang akan diambil Dedi Mulyadi meliputi revisi menyeluruh terhadap kebijakan tata ruang di Jawa Barat dan pembongkaran bangunan yang menutup daerah aliran sungai (DAS).
“Kita akan merevisi tata ruang, kemudian bangunan-bangunan yang menutup daerah aliran sungai dibongkar. Hulu sungainya kita lagi tata,” ujar Dedi.
Kendati demikian, Dedi menolak istilah “banjir kiriman” dari Bogor. Menurutnya, banjir merupakan hasil dari aliran air dari dataran tinggi ke dataran rendah sebagai bagian dari siklus alam.
“Gini, enggak ada banjir kiriman dari Bogor. Air itu mengalir dari dataran tinggi ke dataran yang rendah, itu aspek siklus alam,” tegasnya.
Kerusakan Tata Ruang akibat Perusahaan
Dedi menegaskan bahwa permasalahan utama bukan hanya pada volume air, tetapi pada kerusakan tata ruang dan perubahan alih fungsi lahan di wilayah hulu.
Ia menyebut bahwa banyak alih fungsi lahan di Bogor dilakukan oleh pihak luar.
“Kalau mau kita jujur, perubahan alih fungsi lahan dan tata ruang di Bogor juga kan para pengusahanya dari mana? Gitu lho,” ungkapnya.
Jakarta juga Harus Bebenah
Menurut Dedi, salah satu infrastruktur utama yang saat ini sudah dibangun, yakni Bendungan Ciawi, belum mampu memberikan dampak maksimal jika wilayah hilir seperti Jakarta masih dalam kondisi buruk.
“Bendungan Ciawi itu kan merupakan bendungan yang airnya mampir, terus kan jalan. Itu kan diperlukan langkah-langkah hilirisasinya, hilirnya harus segera ditata,” jelasnya.
Ia lantas menyoroti kondisi sungai-sungai di Jakarta yang dianggap belum memadai dalam menampung aliran air dari wilayah hulu.
“Selama sungainya masih dangkal, selama sungainya masih sempit, selama rawa-rawa terus diuruk untuk pembangunan, banjir pasti akan terus terjadi,” kata Dedi.
Diperbaiki Bertahap
Dedi memastikan bahwa revisi tata ruang akan dilaksanakan bertahap, meski ia mengakui dibutuhkan biaya yang besar.
“Walaupun biayanya sangat mahal ya, recovery lingkungan itu lebih mahal dari pembangunan,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Dedi menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, untuk menyelesaikan persoalan lingkungan secara menyeluruh.
“Tentunya tidak bisa jalan sendiri, harus semua orang bekerja sama untuk concern menyelesaikan lingkungan,” ujar dia.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
