Connect with us

Politik

Prabowo Ingin Kirim Siswa Kedinasan Turun ke Lokasi Bantu Korban Bencana Sumatra

Presiden Prabowo Subianto mewacanakan pengiriman siswa sekolah kedinasan ke wilayah terdampak bencana di Sumatra, terutama Aceh Tamiang, untuk mempercepat pemulihan layanan publik.

Logompn

Published

on

Prabowo ingin kirim siswa kedinasan turun ke lokasi bantu korban bencana sumatra
Mendagri Tito Karnavian Lepas Ratusan Praja IPDN untuk Bantu Percepat Pemulihan Pemerintahan dan Pelayanan Publik Pascabencana di Aceh Tamiang, Aceh, di Bandara Soetta, Sabtu (3/1). Gambar : Dok. Puspen Kemendagri

MPN Indonesia 5 Januari 2026 - Presiden Prabowo Subianto mewacanakan pengiriman siswa dari berbagai sekolah kedinasan untuk membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana alam di Sumatra, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.

Gagasan tersebut muncul setelah Prabowo menerima paparan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait rencana pengiriman praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke lokasi terdampak.

Wacana itu pertama kali disampaikan Prabowo saat berbincang langsung dengan Tito dalam kunjungan ke wilayah bencana.

Prabowo menilai siswa sekolah kedinasan dapat diterjunkan sesuai keahlian masing-masing untuk membantu penanganan dampak banjir bandang dan longsor.

“Beliau sempat menyampaikan, melontarkan ide bahwa, ‘Bagus juga ya kalau seandainya semua sekolah kedinasan sampai saya akan kirim ke sana’. Kata beliau begitu,” ujar Tito Karnavian dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (3/1).

Pengiriman Praja IPDN ke Aceh Tamiang

Sebagai langkah awal, sebanyak 1.138 praja IPDN diberangkatkan ke Kabupaten Aceh Tamiang pada Sabtu (3/1).

Mereka ditugaskan untuk mendukung pemulihan pemerintahan dan layanan publik di daerah terdampak bencana.

Penugasan tersebut berlangsung selama satu bulan dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan.

Program ini juga menjadi bagian dari kurikulum kuliah kerja nyata (KKN) IPDN.

Menurut Tito, Kemendagri telah memulai pengiriman praja IPDN yang bertugas hingga 5 Januari 2026.

Total 1.132 praja diterjunkan dan dibekali peralatan seperti sekop dan cangkul untuk membantu membersihkan lumpur yang masih menggenangi kantor-kantor pemerintahan.

“Satu adalah membangkitkan pemerintahan terutama kabupaten dulu. Bersih-bersih di sana. Maka mereka membawa alat, senjata mereka alat pembersih, sekop ya, kemudian cangkul,” kata Tito.

Baca Juga:  Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Megawati dan Gibran Hadir di Lokasi

Dukungan Sekolah Kedinasan Lain dan Fokus Pemulihan

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas pengiriman praja IPDN dan membuka peluang pelibatan siswa dari sekolah kedinasan lain.

Menurut Tito, keterlibatan lintas sekolah kedinasan dinilai mampu mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memberikan pengalaman langsung bagi para siswa.

“Misalnya, sekolah kedinasan di bidang perhubungan, itu untuk melihat bagaimana sistem perhubungan bandara ada yang terdampak enggak pelabuhan ya termasuk pelabuhan-pelabuhan kecil,” jelasnya.

Ia juga menyebut sekolah kedinasan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat diterjunkan ke wilayah pesisir untuk membantu nelayan terdampak bencana.

Para praja IPDN akan mendampingi aparatur sipil negara (ASN) daerah dalam memulihkan pelayanan publik di lebih dari 200 desa yang hingga kini belum beroperasi secara optimal.

Aceh Tamiang Jadi Prioritas Pemulihan

Tito menjelaskan, pengiriman praja IPDN merupakan bagian dari strategi percepatan pemulihan infrastruktur dasar yang ditekankan Presiden, mulai dari jembatan, jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga lokasi pengungsian.

Aceh Tamiang diprioritaskan karena tingkat kerusakannya dinilai paling parah dibandingkan wilayah terdampak lain di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Dua indikator utama pemulihan itu pemerintahan berjalan normal dan ekonomi hidup kembali. Di Aceh Tamiang, dua minggu lalu dua-duanya belum berjalan optimal,” ungkap Tito.

Ia menegaskan bahwa pelibatan praja IPDN merupakan solusi timbal balik bagi pemerintah dan peserta didik.

“Saya sampaikan ini win-win solution. Praja IPDN membantu membersihkan, membangkitkan pemerintahan, sekaligus ini menjadi bagian dari kurikulum dan penilaian mereka,” tuturnya.

Tito juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo membuka kemungkinan perpanjangan masa tugas praja IPDN apabila kondisi di lapangan masih membutuhkan bantuan.

“Beliau tanya berapa lama? Saya jawab sebulan. Presiden bilang, kalau perlu diperpanjang, perpanjang,” pungkasnya.

Baca Juga:  Prabowo dan Purbaya Saksikan “Gunung Uang” Rp2,4 Triliun Hasil Sitaan Kasus Korupsi CPO

(AKM/NID/RAD)

Trending