Connect with us

Politik

Prabowo Minta Seldiki Alasan Ketidakhadiran Pramono Anung di Konferensi Infrastruktur

Presiden Prabowo Subianto meminta alasan ketidakhadiran Pramono Anung di Konferensi Infrastruktur diselidiki.

Logompn

Published

on

Prabowo minta seldiki alasan ketidakhadiran pramono anung di konferensi infrastruktur
Presiden Prabowo dalam cara International Conference on Infrastructure (ICI) di JCC, Senayan, Jakarta pada Kamis (12/6). Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 13 Juni 2025 - Presiden RI Prabowo Subianto meminta agar alasan ketidakhadiran Pramono Anung dalam Konferensi Infrastruktur diselidiki.

Permintaan ini disampaikan langsung oleh Prabowo saat menghadiri International Conference on Infrastructure (ICI) yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta, pada Kamis (12/6).

Saat tengah membahas proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall yang direncanakan membentang dari Jakarta hingga Brebes, Jawa Tengah, Prabowo tiba-tiba mempertanyakan keberadaan Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

“Di sini ada hadir Gubernur DKI? Hadir tidak? Enggak hadir? Waduh ini. Coba diselidiki kenapa tidak hadir,” ujar Prabowo yang disambut tawa para peserta konferensi, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (13/6).

Sebelumnya, Prabowo mengaku telah bertemu dengan Pramono beberapa hari sebelumnya dan bahkan mengirimkan utusan untuk menanyakan sikap Pemerintah Provinsi Jakarta terkait proyek tersebut.

“Tapi saya sudah ketemu. Saya sudah ketemu beberapa hari yang lalu dan saya sudah kirim utusan tanya, Gubernur DKI dukung proyek ini atau tidak? Saya dapat jawaban dukung, alhamdulillah,” ucap Prabowo.

Proyek Tanggul Laut Raksasa Perlu Sinergi Pusat dan Daerah

Dalam pidatonya, Prabowo Subianto menegaskan bahwa proyek tanggul laut raksasa ini merupakan proyek besar yang memerlukan kerja sama erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, baik dari segi teknis maupun pembiayaan.

“Karena APBD DKI sangat besar. Jadi saya bilang DKI harus urunan. Jadi kalau 8 miliar dolar Amerika Serikat katakanlah untuk 8 tahun, berarti 1 miliar dolar per tahun,” jelas Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo juga menyoroti pentingnya kontribusi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pembiayaan proyek ini.

Baca Juga:  Prabowo Lantik Gus Irfan jadi Menteri Haji dan Umrah, Danhil sebagai Wamen

Hal ini disampaikan dengan gaya santai namun serius kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang turut hadir di acara tersebut.

“Menteri Keuangan sudah kelihatan tegang melihat. Tenang, Bu. DKI nyumbang. Jadi DKI setengah, pemerintah pusat setengah. Karena ini untuk DKI sebenarnya,” kata Prabowo.

Sikap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Meskipun Pramono Anung tidak hadir secara langsung di Konferensi Infrastruktur, Prabowo Subianto memastikan bahwa telah ada komitmen dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap proyek ini.

Dalam pertemuan sebelumnya, Prabowo menerima konfirmasi bahwa Pemprov DKI mendukung pembangunan tanggul laut raksasa.

(AKM/NID/RAD)

Trending