Connect with us

Politik

Purbaya: Prabowo Tak Pernah Minta Siapkan Anggaran Board of Peace

Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak pernah menginstruksikan penggunaan anggaran negara untuk iuran Board of Peace.

Logompn

Published

on

Purbaya Buka Bukaan, Sebut Prabowo Tak Pernah Minta Siapkan Anggaran Board of Peace
Purbaya Buka-Bukaan, Sebut Prabowo Tak Pernah Minta Siapkan Anggaran Board of Peace. Gambar: Instagram/@menkeuri

MPN Indonesia 22 April 2026 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak pernah meminta persiapan anggaran negara untuk membayar iuran keanggotaan Board of Peace (BoP).

Pernyataan itu disampaikan Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (21/4), sekaligus menegaskan bahwa sejak awal tidak ada instruksi maupun komitmen pembayaran dari Presiden terkait keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut.

“Saya tidak pernah menerima instruksi dari Presiden untuk menyediakan uang untuk BoP,” kata Purbaya, Selasa (21/4).

Ia juga memastikan hingga kini tidak ada komitmen pembayaran yang diketahuinya dari Presiden.

“Sampai sekarang enggak ada komitmen bayar yang saya tahu dari Presiden Prabowo. Presiden selalu bilang enggak. Kita belum ada komitmen bayar,” ujarnya.

Penegasan ini sekaligus menjawab isu mengenai kemungkinan penggunaan anggaran negara untuk iuran Board of Peace yang diusung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Indonesia Tidak Ikut Iuran ke BoP

Purbaya menyatakan sejak awal keputusan Indonesia untuk merapat ke Board of Peace tidak pernah disertai janji pemberian dana iuran.

Ia menegaskan komitmen pemerintah hanya pada kontribusi pengiriman pasukan perdamaian, bukan dukungan finansial.

“Dari hari pertama dia (Presiden Prabowo) komitmen kirim pasukan, tapi enggak ada komitmen bayar. Apalagi uang saya dipakai untuk Israel,” ujar Purbaya.

“Saya tidak pernah menerima instruksi dari presiden untuk menyediakan uang untuk BoP dan presiden juga bilang kita gak pernah janji (untuk membayar iuran BoP),” jelasnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan penegasan Presiden Prabowo Subianto sebelumnya.

“Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar,” ujar Prabowo dalam diskusi bersama para jurnalis dan pakar.

Baca Juga:  Purbaya Curi Perhatian saat Makan di Warung Kaki Lima usai Rapat

Prabowo menjelaskan Indonesia tidak hadir dalam pertemuan negara-negara founding donors Board of Peace yang berlangsung di Washington pada 19 Februari lalu.

“Dan ini, ini dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari yang lalu, nah ini founding donors. Jadi, mereka ini masing-masing menyumbang, ada yang lebih mungkin ya. Tapi Indonesia nggak ada di sana. Karena saya juga komitmen, waktu ditanya, saya tidak komitmen uang sama sekali,” ujar Prabowo.

Kontribusi Indonesia di BoP

Lebih lanjut, Prabowo Subianto menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam Board of Peace difokuskan pada kontribusi personel untuk misi perdamaian, khususnya terkait situasi di Gaza.

“Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan,” ucap Prabowo.

Selain itu, Presiden menyampaikan pemerintah akan terus mengikuti perkembangan ke depan terkait Gaza.

Ia menyebut kemungkinan kontribusi lanjutan dapat dipertimbangkan apabila pembangunan kembali wilayah tersebut telah dimulai.

“Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana,” ucapnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending