Connect with us

Politik

Resmi! Menkes Budi Gunadi Masuk Bursa Calon Dirjen WHO

Budi Gunadi Sadikin masuk bursa calon Dirjen WHO 2027-2032 setelah Indonesia mengajukan pencalonannya.

Logompn

Published

on

Resmi! Menkes Budi Gunadi Masuk Bursa Calon Dirjen WHO
Menkes Budi Gunadi Masuk Bursa Calon Dirjen WHO. Gambar: Instagram/@arifah.fauzi

MPN Indonesia 25 Agustus 2026 - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi masuk bursa calon Direktur Jenderal World Health Organisation (WHO) setelah pemerintah Indonesia mengajukan pencalonannya.

Nama tersebut diumumkan dalam daftar kandidat prospektif yang dipublikasikan WHO pada 22 Agustus 2026 dan dikutip pada Senin (24/8).

Pencalonan ini menempatkan Indonesia bersama Qatar, Arab Saudi, dan Belgia dalam proses pemilihan pimpinan organisasi kesehatan dunia untuk periode 2027–2032.

“Saya akan mengonfirmasi setelah negara mengirimkan surat resmi, karena menjadi Direktur Jenderal WHO bukan pengajuan individu, melainkan harus diajukan oleh negara,” kata Budi Gunadi dalam keterangannya.

Status yang diumumkan saat ini masih berupa prospective candidates atau kandidat prospektif.

WHO menyatakan daftar tersebut masih dapat berubah hingga batas akhir pengajuan kandidat pada 24 September 2026.

Setelah seluruh usulan diterima, organisasi akan memperbarui daftar resmi kandidat beserta status pencalonannya.

Empat Kandidat Prospektif Dirjen WHO

Hingga pengumuman terbaru, terdapat empat kandidat prospektif yang telah diajukan oleh negara anggota, yaitu:

  • Budi Gunadi Sadikin diusulkan oleh Indonesia.
  • Hanan Mohammed Al-Kuwari diusulkan oleh Qatar.
  • Hanan Balkhy diusulkan oleh Arab Saudi.
  • Hans Henri P. Kluge diusulkan oleh Belgia.

Keempat nama tersebut menjadi kandidat awal dalam proses pemilihan Direktur Jenderal World Health Organisation yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027 melalui World Health Assembly.

Proses Pemilihan Direktur Jenderal

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan terdapat tiga tahapan utama dalam pemilihan Direktur Jenderal WHO.

Tahapan tersebut meliputi:

  • Pengajuan proposal pencalonan hingga 24 September 2026.
  • Penilaian oleh WHO Executive Board pada sidang yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027 untuk menetapkan maksimal tiga kandidat.
  • Pemilihan oleh seluruh negara anggota dalam World Health Assembly pada Mei 2027.
Baca Juga:  Menkes Pastikan Obat BPJS Kesehatan Tetap Aman meski Harga Obat Naik hingga 20 Persen

“Ada 34 anggota WHO Executive Board periode ini, sayangnya sekarang tidak ada wakil Indonesia di dalamnya,” tutur Prof. Tjandra.

Ia juga menjelaskan bahwa World Health Assembly yang beranggotakan seluruh negara anggota WHO akan menentukan siapa yang terpilih menjadi Direktur Jenderal organisasi tersebut.

“Tahap ketiga, World Health Assembly (berisi seluruh 198 negara anggota WHO) akan bersidang pada Mei 2027 dan akan menentukan siapa yang akan menjadi Dirjen WHO,” lanjutnya.

Integritas dan Prinsip Kepemimpinan WHO

Prof. Tjandra menegaskan bahwa seluruh pegawai WHO bekerja sebagai pelayan sipil internasional sehingga tidak mengutamakan kepentingan negara asal masing-masing.

“Pengalaman saya lima tahun kerja di WHO maka prinsipnya kami sebagai pegawai WHO adalah international civil servant, yang bekerja untuk kepentingan kesehatan global. Begitu menjadi staf WHO maka kami berpikir dan bertindak untuk kesehatan dunia, dan tidak hanya mementingkan satu negara tertentu,” katanya.

Ia juga mencontohkan adanya kasus pencopotan pejabat WHO yang dinilai tidak menjaga prinsip tersebut.

“Ini kembali menegaskan bahwa pimpinan WHO tidak boleh berpihak ke negara asalnya, harus berorientasi global,” pungkasnya.

Jadwal Tahapan Selanjutnya

Proses pencalonan Direktur Jenderal WHO masih berlangsung hingga 24 September 2026 sehingga negara anggota masih memiliki kesempatan mengajukan kandidat tambahan.

Setelah proses nominasi ditutup, WHO Executive Board akan melakukan seleksi untuk menetapkan daftar pendek yang berisi maksimal tiga nama sebelum dibawa ke World Health Assembly pada Mei 2027.

Kandidat yang memperoleh dukungan mayoritas negara anggota akan mulai menjabat sebagai Direktur Jenderal WHO pada 16 Agustus 2027, menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus yang menyelesaikan masa jabatannya.

Saat ini, Budi Gunadi masih berstatus kandidat prospektif bersama tiga kandidat lainnya dalam proses yang sedang berlangsung.

Baca Juga:  Puan Maharani Sebut Hubungan Jokowi dan PDIP Baik-Baik Saja, Surya Paloh Malah Ketawa

(AKM/NID/RAD)

Trending