Connect with us

Politik

Groundbreaking PLTS 100 GWp, Prabowo: Kita Tidak Boleh Impor Lagi Satu Barel pun Minyak

Prabowo meluncurkan program PLTS 100 GWp dan melakukan groundbreaking di Bali.

Logompn

Published

on

Groundbreaking PLTS 100 GWp, Prabowo Kita Tidak Boleh Impor Lagi Satu Barel pun Minyak
Prabowo saat groundbreaking PLTS 100 gigawatt pada Selasa (25/8). Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 26 Agustus 2026 - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) sekaligus melakukan groundbreaking di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (26/8).

Program ini menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan energi surya secara bertahap.

Kurangi Ketergantungan Impor

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menegaskan target menghentikan impor minyak dan LPG dalam waktu sesingkat-singkatnya.

“Kita tidak boleh impor lagi 1 barel pun minyak. Kita tidak boleh impor lagi, insyaAllah dalam waktu sesingkat-singkatnya, 1 tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi,” ujar Prabowo, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (26/8).

Pemerintah menargetkan kapasitas PLTS mencapai 100 GWp dalam waktu tiga tahun.

Presiden menjelaskan target tersebut melampaui kapasitas pembangkit listrik nasional saat ini.

Menurutnya, total kapasitas listrik Indonesia yang berasal dari batu bara, minyak, gas, dan panas bumi saat ini berada di kisaran 88 gigawatt.

“Untuk sebagai bayangan bahwa, seluruh listrik Indonesia sekarang 88 gigawatt. Seluruh ya dari 88, dari batu bara, dari minyak, dari gas, dari geothermal semua itu 88 gigawatt kita akan membangun 100 gigawatt,” kata Prabowo.

100 GW dalam Tiga Tahun

Pembangunan PLTS dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas sebesar 17 GWp.

Tahap awal program tersebut menargetkan kapasitas sebesar 17 GWp.

Saat ini, terdapat 14 proyek PLTS dalam berbagai tahapan pelaksanaan dengan total kapasitas mencapai 5.216 MWp.

Baca Juga:  Tarif Listrik Kembali Normal, Ini Tarif Baru yang Berlaku Mulai Maret 2025

Proyek-proyek tersebut berada pada tahap pembangunan, groundbreaking, peresmian, hingga persiapan tender.

Presiden kembali menegaskan target pembangunan kapasitas nasional sebesar 100 GWp akan dikejar dalam tiga tahun.

“Kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” tegas Prabowo.

Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

Program pembangkit listrik tenaga surya dikembangkan melalui beberapa skema. Pemerintah menyiapkan pembangunan PLTS darat (ground mounted), PLTS atap, serta PLTS terapung.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Dalam sambutannya, Presiden juga menyinggung laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai potensi efisiensi dari program tersebut.

“Karena itu tadi sudah dilaporkan Menteri ESDM sekian penghematan, sekian dan semua saya nggak akan ulangi. Ya, supaya pidato jangan terlalu lama,” ujar Prabowo.

Kesiapan Bahlil Jalankan Target Penghentian Impor Energi

Selain pembangunan PLTS, Prabowo Subianto menyampaikan Indonesia memiliki sejumlah modal untuk memperkuat kemandirian energi.

Menurut Presiden, pengembangan 100 GWp PLTS, potensi panas bumi, penemuan ladang gas baru, serta peningkatan lifting minyak domestik menjadi dasar untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

“Kita tidak akan takut perkembangan apa pun di bagian mana pun dunia. Dengan 100 gigawatt, dengan geothermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang kita sudah ketemukan, dengan lifting minyak yang harus naik terus,” ujar Prabowo.

Setelah menyampaikan target penghentian impor minyak dan LPG, Presiden langsung menanyakan kesiapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk menjalankan kebijakan tersebut.

“Menteri ESDM? Sanggup?” tanya Prabowo.

“Siap, dilaksanakan!” jawab Bahlil.

(AKM/NID/RAD)

Trending