Connect with us

Teknologi

China Ciptakan Mikro Drone Berukuran Nyamuk untuk Misi Intelijen

China meluncurkan mikro drone seukuran serangga yang dirancang khusus untuk operasi intelijen di medan perang.

Logompn

Published

on

China ciptakan mikro drone berukuran nyamuk untuk misi intelijen
Mikro Drone China. Gambar: Straight Arrow News

MPN Indonesia 1 Juli 2025 - China melalui laboratorium robotika militer di National University of Defence Technology (NUDT) telah menciptakan mikro drone berukuran nyamuk yang dirancang khusus untuk operasi intelijen dan misi rahasia di medan perang.

Informasi ini disampaikan oleh saluran militer China Central Television, CCTV 7, yang menampilkan perkembangan terbaru dalam teknologi robotika militer China.

Dalam siaran tersebut, seorang mahasiswa di NUDT, Liang Hexiang, menunjukkan teknologi canggih seukuran serangga yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas pengintaian secara tersembunyi.

“Di tangan saya ini adalah robot tipe seperti nyamuk. Robot bionik miniatur seperti ini sangat cocok untuk pengintaian informasi dan misi khusus di medan perang,” ungkapnya dikutip MPN Indonesia melalui situs SCMP, Selasa (1/7).

Pengembangan mikro drone ini menunjukkan fokus China dalam memperkuat kapabilitas intelijen menggunakan teknologi udara skala kecil.

Dalam video yang ditayangkan CCTV 7, mikro drone tersebut tampak memiliki dua sayap kecil berbentuk seperti daun yang terpasang di sisi tubuh drone berbentuk stik.

Mikro drone ini juga dilengkapi dengan tiga kaki setipis rambut yang memperkuat tampilannya yang menyerupai serangga kecil.

Sumber yang sama menyebut bahwa China menargetkan agar mikro drone ini dapat digunakan secara optimal untuk misi pengintaian tanpa terdeteksi.

Detail Teknologi Mikro Drone China

Menurut laporan terkait, mikro drone ini berukuran sekitar 0,6 cm dengan bentuk dan warna yang benar-benar menyerupai serangga sehingga sulit dibedakan dengan serangga aslinya.

Sementara surat kabar Korea, Chosun Ilbo dalam situs Euronews menyebut teknologi ini memiliki panjang sekitar 2 cm dengan berat 0,3 gram dan sayapnya bisa mengepak sebanyak 500 kali per detik.

Mikro drone bersayap ini dilengkapi dengan kamera dan mikrofon ultra-miniatur yang bisa dimanfaatkan untuk menangkap gambar, suara, dan sinyal elektronik yang sulit ditangkap dengan mata telanjang.

Baca Juga:  China Desak Dunia Tolak Tekanan AS, Ancam Negara yang Negosiasi Tarif Trump

Meski terlihat canggih dan berguna untuk aktivitas pengintaian, seorang peneliti dari Research and Development (RAND) Amerika Serikat, Timothy Heath, menyebut mikro drone ini justru dapat membatasi jangkauan dan ketahanan penggunaannya.

“Untuk memata-matai dalam jangka waktu yang lama, seseorang harus bersedia untuk terus-menerus mematikan mikro drone, mengisi ulang dayanya, dan menerbangkannya kembali,” jelas Heath dikutip MPN Indonesia melalui situs NYPost, Selasa (1/7).

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending