Connect with us

Teknologi

Nvidia Diserbu Pesanan Chip AI dari China, Tembus 2 Juta Unit

Nvidia menerima pesanan lebih dari 2 juta chip AI H200 dari perusahaan teknologi China untuk 2026, mendorong peningkatan produksi TSMC di tengah ketidakpastian izin impor.

Logompn

Published

on

Nvidia diserbu pesanan chip ai dari china, tembus 2 juta unit
Chip Nvidia. Gambar : Reuters/Dado Ruvic

MPN Indonesia 4 Januari 2026 - Nvidia menghadapi lonjakan permintaan signifikan dari perusahaan teknologi China yang memesan lebih dari 2 juta unit chip AI H200 untuk pengiriman sepanjang 2026.

Permintaan tersebut datang dari perusahaan internet besar di China dan mendorong Nvidia meminta Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) meningkatkan kapasitas produksi.

Dikutip MPN Indonesia dari cryptopolitan.com, saat ini, Nvidia hanya memiliki sekitar 700.000 unit H200 dalam persediaan.

Jumlah tersebut jauh di bawah total pesanan yang masuk, sehingga perusahaan harus mengandalkan peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan klien.

Permintaan massal ini muncul meski pengiriman chip H200 ke China masih menunggu persetujuan akhir dari pemerintah Beijing.

Regulasi Ekspor dan Jadwal Produksi

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya telah mencabut larangan ekspor dan mengizinkan penjualan H200 ke China dengan tambahan tarif 25%.

Namun, otoritas China hingga kini belum memberikan keputusan akhir terkait izin impor chip tersebut, karena dinilai berpotensi memperlambat pengembangan industri semikonduktor domestik.

Sebagai langkah antisipasi, Nvidia telah meminta TSMC meningkatkan produksi chip H200, yang diperkirakan mulai berjalan pada kuartal kedua 2026.

Sementara itu, Nvidia akan memenuhi permintaan awal menggunakan stok yang tersedia.

Batch pertama chip H200 direncanakan dikirim ke klien China sebelum libur Tahun Baru Imlek pada pertengahan Februari 2026.

Harga, Varian Chip, dan Minat Perusahaan China

Stok Nvidia saat ini mencakup sekitar 100.000 unit GH200 Grace Hopper superchip, yang menggabungkan CPU Grace dan GPU Hopper, sementara sisanya merupakan chip H200 standalone.

Kedua varian tersebut akan ditawarkan kepada pelanggan di China.

Baca Juga:  UEA Luncurkan Proyek 'Stargate Emirates', Gandeng OpenAI, Oracle, Nvidia hingga SoftBank

Harga chip H200 dipatok sekitar US$27.000 per unit, dengan harga akhir bergantung pada volume pembelian dan kesepakatan masing-masing pelanggan.

Modul delapan chip diperkirakan dibanderol sekitar 1,5 juta yuan, lebih tinggi dibandingkan modul H20 yang sebelumnya dijual sekitar 1,2 juta yuan sebelum dilarang oleh Beijing.

Meski lebih mahal, chip H200 menawarkan kinerja sekitar enam kali lipat dibandingkan H20.

Sumber menyebutkan harga tersebut sekitar 15% lebih murah dibandingkan alternatif pasar gelap yang mencapai lebih dari 1,75 juta yuan.

ByteDance disebut berencana mengalokasikan sekitar 100 miliar yuan untuk pembelian chip Nvidia pada 2026, meningkat dari 85 miliar yuan pada 2025, dengan catatan regulator China memberikan izin impor H200.

Tantangan Pasokan Global dan Faktor Geopolitik

Lonjakan permintaan dari China menempatkan Nvidia dalam posisi menantang, karena perusahaan harus menjaga keseimbangan pasokan chip AI secara global sambil memenuhi kebutuhan pasar China.

“Penjualan H200 berlisensi kepada pelanggan resmi di Tiongkok tidak akan berdampak pada kemampuan kami untuk memasok pelanggan di Amerika Serikat,” ujar juru bicara Nvidia dalam pernyataan resminya.

Ia menambahkan, “Tiongkok adalah pasar yang sangat kompetitif dengan pemasok chip lokal yang berkembang pesat. Memblokir seluruh ekspor AS justru melemahkan keamanan nasional dan ekonomi kami serta hanya menguntungkan persaingan asing.”

Chip H200 merupakan bagian dari arsitektur Hopper generasi sebelumnya dan diproduksi menggunakan proses manufaktur 4 nanometer milik TSMC.

Di saat yang sama, Nvidia tengah menyiapkan peluncuran chip generasi terbaru Blackwell dan Rubin.

Meski demikian, lonjakan pesanan dari China membuat Nvidia kembali memfokuskan perhatian pada peningkatan kapasitas produksi H200.

Hingga saat ini, belum ada chip buatan lokal di China yang mampu menandingi performa H200.

Baca Juga:  Thom Haye Dinobatkan Jadi Pemain Terbaik dalam Laga Timnas Indonesia Vs China

Pemerintah China pun dikabarkan tengah mempertimbangkan kebijakan mitigasi, termasuk mewajibkan pembeli H200 untuk turut membeli chip lokal guna menjaga keberlanjutan industri semikonduktor domestik.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending