Connect with us

Teknologi

Pengguna Gmail Disarankan Ganti Email di Tahun 2025, Apa Alasannya?

Google imbau pengguna Gmail mengganti alamat email pada 2025 untuk menghadapi ancaman keamanan siber.

Logompn

Published

on

Pengguna Gmail Disarankan Ganti Email di Tahun 2025, Apa Alasannya
Pengguna Gmail Disarankan Ganti Email di Tahun 2025, Apa Alasannya. Gambar: Dok. Istimewa

MPN Indonesia 29 Desember 2024 - Mulai tahun 2025, pengguna Gmail disarankan untuk mengganti alamat email mereka.

Rekomendasi ini muncul bersamaan dengan pengenalan teknologi kecerdasan buatan (AI) terbaru oleh Google yang dirancang untuk meningkatkan keamanan siber.

Langkah ini bertujuan mengatasi ancaman seperti phishing, malware, dan spam yang semakin kompleks.

Alasan di Balik Rekomendasi Google

Google mengungkapkan bahwa meskipun Gmail saat ini mampu memblokir 99,9 persen spam, phishing, dan malware, ancaman terhadap keamanan siber tetap ada.

Dengan lebih dari 2,5 miliar pengguna aktif, Google mengumumkan perubahan besar yang akan mulai diterapkan pada tahun 2025.

Perusahaan menganggap penting bagi pengguna untuk membuat alamat email baru sebagai langkah proaktif.

Menurut laporan dari Forbes, teknologi AI yang diperkenalkan Google akan memainkan peran penting dalam mengidentifikasi dan mencegah serangan siber dengan lebih baik.

Namun, perusahaan keamanan siber McAfee memperingatkan bahwa teknologi yang sama juga dimanfaatkan oleh penjahat dunia maya untuk menciptakan serangan yang lebih meyakinkan dan personal.

Dampak AI pada Serangan Siber

McAfee menyoroti bahwa kemajuan AI memungkinkan pembuatan email phishing yang lebih personal dan sulit dibedakan dari email resmi.

Penjahat siber kini dapat dengan mudah membuat email palsu yang seolah-olah berasal dari institusi terpercaya seperti bank atau perusahaan, bahkan dari anggota keluarga.

Serangan semacam ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan kemudahan akses ke teknologi AI.

Laporan dari Mailmodo per Desember 2024 mengungkapkan bahwa 46,8 persen traffic email kini terdiri dari pesan spam berbasis AI.

Baca Juga:  WhatsApp Rilis Banyak Fitur Baru, Bisa Balas Pesan Dibantu AI!

Kondisi ini memaksa berbagai perusahaan mempertimbangkan solusi alternatif seperti Teams, Slack, atau platform pesan instan lainnya sebagai pengganti email tradisional.

Fitur Keamanan Baru: Shield Email

Pada November 2024, Google memperkenalkan fitur baru bernama Shield Email.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membuat alamat email alias sekali pakai yang dapat digunakan sebagai perantara sebelum pesan diteruskan ke akun email utama.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan privasi dan keamanan pengguna.

Dengan fitur ini, pengguna Gmail diimbau memanfaatkan alamat email baru sebagai email utama, sementara alamat lama dapat digunakan sebagai “tameng” untuk menerima email sebelum diteruskan ke email utama.

Strategi ini diharapkan dapat mengurangi risiko paparan spam dan phishing.

Keuntungan Menggunakan Email Baru

Alamat email yang digunakan bertahun-tahun sering kali menjadi sasaran spam dan ancaman siber lainnya.

Google menyarankan pengguna menjaga kerahasiaan email utama mereka dengan tidak membagikannya secara publik.

Langkah ini dapat meningkatkan tingkat keamanan email utama.

Sebaliknya, alamat email lama dapat berfungsi sebagai penyaring awal untuk pesan masuk.

Orang lain tetap dapat mengirimkan surel melalui alamat lama tanpa mengetahui alamat utama.

Langkah ini memberikan perlindungan tambahan terhadap serangan siber.

Solusi untuk Media Sosial dan Komunikasi

Selain memperkenalkan fitur baru, Google dan perusahaan lainnya terus mencari cara meningkatkan keamanan komunikasi digital.

Munculnya teknologi AI yang semakin canggih membawa keuntungan sekaligus tantangan baru dalam menjaga keamanan di era digital.

Gmail dan platform serupa akan terus berinovasi untuk menghadapi ancaman-ancaman tersebut.

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending