Teknologi
Saham Netflix Anjlok, Rugi Rp250 Triliun Imbas Seruan Cancel Elon Musk
Harga saham Netflix turun menjadi USD1.140,50, merosot dari sekitar USD498 miliar menjadi USD482,9 miliar, setara dengan kerugian sebesar USD15 miliar atau Rp250 triliun.
MPN Indonesia 6 Oktober 2025 - Saham Netflix mengalami penurunan tajam setelah Elon Musk menggaungkan seruan ‘Cancel Netflix’ melalui platform X sejak Rabu (1/10).
Seruan tersebut dipicu oleh konten animasi anak yang dinilai mempromosikan isu LGBTQ, termasuk karakter transgender dalam serial Strawberry Shortcake: Berry in The Big City serta serial Dead End: Paranormal Park.
Musk menuding Netflix membayar orang untuk membuat konten seksual untuk anak-anak dan menyebut bahwa hal ini bukan sekadar kebebasan berekspresi, melainkan bentuk “pidato berbayar” yang didorong oleh agenda tertentu.
“Kebebasan berbicara harus dihormati, tetapi ini adalah pidato berbayar. Netflix keluar dari jalan mereka dan meraih dompet mereka untuk mendorong ini,” tulisnya dikutip MPN Indonesia dari akun X @elonmusk pada Senin (6/10).
Harga Saham Turun, Rugi hingga Rp250 Triliun
Akibat seruan tersebut, saham perusahaan teknologi Netflix anjlok 4,3 persen hanya dalam satu setengah hari perdagangan hingga Sabtu (4/10).
Dikutip dari Anadolu Agency, harga saham turun menjadi USD1.140,50 pada pukul 14.35 GMT, merosot dari sekitar USD498 miliar menjadi USD482,9 miliar, yang setara dengan kerugian sebesar USD15 miliar atau Rp250 triliun.
Menurut Financial Express, penurunan saham Netflix merupakan yang terbesar dalam sepekan sejak April 2025.
Dalam lima hari perdagangan terakhir, saham perusahaan turun 4,4 persen. Bahkan saat indeks Nasdaq dan saham teknologi besar lainnya seperti Amazon dan Meta mencatatkan kenaikan sekitar 2 persen, Netflix justru tertinggal.
Kreator Dead End Tanggapi Boikot Elon Musk
Penurunan harga saham ini terjadi usai Musk menyoroti serial animasi Dead End: Paranormal Park karya Hamish Steele yang ia sebut dipromosikan untuk anak usia 7 tahun dan memuat pesan pro-transgender.
“OMG. Dead End: Paranormal Park, sebuah acara di Netflix, mempromosikan isu pro-transgender kepada anak-anak. Acara ini diiklankan untuk anak usia 7 tahun, acara ini dipromosikan di @netflix untuk anak-anak saat ini. Orang tua, hati-hati,” tulis Musk pada Selasa (30/9).
Kontroversi tersebut semakin meluas saat Musk mengunggah ulang postingan pengguna lain yang menyatakan telah membatalkan langganan Netflix, sembari terus mendorong pengikutnya melakukan hal serupa.
Menanggapi hal itu, kreator Dead End: Paranormal Park, Hamish Steele, melalui platform Bluesky, mengungkapkan bahwa ia mulai menerima email dengan isi yang menurutnya bersifat homofobik dan antisemitik.
“Saya kebanyakan baik-baik saja hari ini dan menganggap semua ini lucu, tetapi mulai menerima email yang sangat jahat, jadi maaf jika saya lambat merespons,” tulisnya dikutip dari Financial Express.
Namun, pihak Netflix hingga kini belum buka suara terkait aksi boikot tersebut.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
