Teknologi
Warga AS Ramai-Ramai Tinggalkan TikTok, Uninstall Aplikasi Melonjak 150%
Lonjakan signifikan penghapusan aplikasi TikTok terjadi di Amerika Serikat (AS) dalam lima hari terakhir.
MPN Indonesia 30 Januari 2026 - Lonjakan signifikan penghapusan aplikasi TikTok terjadi di Amerika Serikat (AS) dalam lima hari terakhir.
Hal itu terjadi menyusul pengumuman penyerahan operasional aplikasi tersebut ke perusahaan gabungan baru, di bawah kepemimpinan entitas AS.
Berdasarkan laporan Sensor Tower yang dikutip dikutip MPN Indonesia dari CNBC International, tingkat uninstall TikTok di AS bahkan meningkat 150% dibandingkan rata-rata tiga bulan sebelumnya.
Bikin Perusahaan Gabungan
TikTok sendiri menyatakan akan membentuk perusahaan gabungan bernama TikTok USDS Joint Venture LLC, melibatkan investor seperti Oracle, Silver Lake, dan MGX dari Abu Dhabi, masing-masing memiliki 15% saham.
Namun, kebijakan ini justru menimbulkan keresahan di kalangan pengguna, terutama menyangkut kebijakan privasi yang dinilai mengganggu.
Ketakutan pengguna dipicu oleh pembaruan kebijakan privasi yang menyebutkan pengumpulan data pribadi sensitif seperti ras, etnis, orientasi seksual, kewarganegaraan, status imigrasi, hingga data keuangan.
Meski kebijakan serupa tercantum pada versi terdahulu, isu ini kembali viral di media sosial bersamaan dengan restrukturisasi TikTok di AS.
Kritik dari Pengguna
Reaksi keras datang dari para kreator konten. Dre Ronayne, yang memiliki hampir 400.000 pengikut, memutuskan menghapus TikTok.
“Jika saya bisa menghapus platform terbesar saya karena terms and condition (T&C) dan penyensoran yang sudah tak terkontrol, Anda juga bisa melakukannya,” kata dia melalui Threads.
Hal serupa dirasakan Nadya Okamoto, kreator konten dengan lebih dari 4 juta pengikut, yang mengaku tak dapat mengunggah video selama 24 jam.
Ia juga mengkritik TikTok AS yang belum menjabarkan dengan jelas apa dampak pembentukan perusahaan gabungan baru terhadap operasional sosial media itu.
“Hal ini yang menyebabkan banyak orang paranoid, karena kami tak tahu apa yang sedang terjadi,” ujarnya.
Aplikasi Saingan Makin Eksis
Meski terjadi peningkatan uninstall, laporan Sensor Tower mencatat bahwa tingkat pengguna aktif harian TikTok di AS tidak menunjukkan penurunan signifikan dan relatif stagnan dibandingkan minggu sebelumnya.
Kendati demikian, kondisi ini berhasil memunculkan lonjakan unduhan pada aplikasi pesaing.
Aplikasi UpScrolled mencatat lonjakan unduhan lebih dari sepuluh kali lipat dari pekan sebelumnya.
Di App Store AS, UpScrolled menempati peringkat kesembilan aplikasi terpopuler dan menjadi aplikasi sosial nomor dua setelah Threads milik Meta.
Sementara itu, Skylight Social mengalami peningkatan unduhan sebesar 919%, dan RedNote asal China naik 53% secara mingguan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
