Teknologi
YouTube Rilis Fitur Baru, Orang Tua Kini Bisa Batasi Anak Nonton Shorts
YouTube meluncurkan fitur pembatasan baru yang memungkinkan orang tua membatasi atau memblokir akses anak ke fitur video pendek Shorts.
MPN Indonesia 20 Januari 2026 - YouTube meluncurkan fitur pembatasan baru yang memungkinkan orang tua membatasi atau memblokir akses anak remaja ke fitur video pendek Shorts, sebagai bagian dari kontrol pengawasan orang tua yang diperbarui.
Fitur ini diumumkan melalui blog resmi YouTube pada Rabu (14/1) dan dirancang untuk membantu mengatur waktu layar serta konsumsi konten digital remaja di platform media sosial tersebut.
Fitur ini memungkinkan orang tua menetapkan batas waktu menonton Shorts mulai dari dua jam hingga nol menit, menyesuaikan kebutuhan dan aktivitas anak, seperti fokus belajar atau waktu hiburan saat perjalanan.
“Misalnya, orang tua dapat mengatur batas waktu tayangan Shorts menjadi nol saat mereka ingin anak remaja mereka menggunakan YouTube untuk fokus pada pekerjaan rumah, dan mengubahnya menjadi 60 menit selama perjalanan mobil yang panjang untuk hiburan,” demikian pernyataan YouTube, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (20/1).
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran orang tua, aktivis, dan pembuat kebijakan atas efek adiktif dari scrolling video pendek yang terus diputar melalui sistem rekomendasi YouTube.
Fitur Pengingat Waktu Istirahat
Selain pembatasan Shorts, YouTube memperkuat fitur pengingat waktu tidur dan waktu istirahat.
Meskipun pengingat ini telah diterapkan secara default bagi pengguna di bawah 18 tahun, kini orang tua dapat menyesuaikan pengaturannya secara manual agar lebih sesuai dengan kebutuhan anak.
YouTube juga memperbarui proses pendaftaran akun yang diawasi (supervised account), sehingga memudahkan orang tua membuat dan mengelola akun anak, termasuk di perangkat yang digunakan bersama.
Proses ini juga menyederhanakan perpindahan antara akun anak dan akun dewasa, yang banyak digunakan dalam rumah tangga dengan beberapa pengguna berbeda usia.
Penyesuaian Algoritma Konten
Di sisi konten, YouTube memperbarui algoritma rekomendasi untuk pengguna remaja dengan memprioritaskan video yang mendorong rasa ingin tahu, inspirasi, pengembangan keterampilan hidup, serta informasi terpercaya yang mendukung kesejahteraan.
Platform ini juga membatasi tayangan ulang terhadap konten yang berpotensi membahayakan, seperti video yang mengidealkan bentuk tubuh tertentu.
Fitur-fitur baru ini diperkuat oleh sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu memperkirakan usia pengguna.
Teknologi ini memungkinkan YouTube mendeteksi akun yang dicurigai sebagai remaja dan secara otomatis menerapkan perlindungan, meskipun pengguna memasukkan tanggal lahir yang menunjukkan usia dewasa saat mendaftar.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
