Connect with us

Kriminal

Kronologi Anak di Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Korban Ngaku Dipaksa Minum Air Panas

Remaja 12 tahun di Sukabumi meninggal dunia usai diduga dianiaya ibu tiri. Korban sempat mengaku dipaksa minum air panas.

Logompn

Published

on

Kronologi Anak di Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Korban Ngaku Dipaksa Minum Air Panas
Kronologi Anak di Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Korban Ngaku Dipaksa Minum Air Panas. Gambar: Ilustrasi Canva

Jawa Barat, MPN Indonesia 23 Februari 2026 - Seorang remaja laki-laki berinisial NS (12), warga Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia pada Kamis (19/2) sore setelah sebelumnya diduga mengalami penganiayaan oleh ibu tirinya.

Korban sempat mengaku kepada kerabatnya bahwa ia dipaksa meminum air panas.

Kejadian ini diketahui saat sang ayah, Anwar Satibi (38), mendapat kabar dari istrinya bahwa anaknya dalam kondisi sakit saat malam tarawih pertama puasa.

Korban dibawa ke rumah sakit dalam kondisi luka melepuh di beberapa bagian tubuh.

Setelah dirawat, NS mengungkapkan bahwa luka-luka tersebut diduga akibat tindakan ibu tirinya.

“NS ngaku dikasih minum air panas, makanya itu ada di dalam video (luka melepuh NS berada) di kaki, ada di punggung, di tangan, banyak,” ucap ayah korban, Anwar pada Jumat (20/2) di RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri Kota Sukabumi.

Kapolres Sukabumi melalui Kasat Reskrim AKP Hartono membenarkan peristiwa tersebut dan menjelaskan bahwa autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Pagi ini mau autopsi untuk dugaan terhadap narasi (KDRT) tersebut. Kami masih menunggu hasil otopsi,” kata AKP Hartono dalam keterangannya pada Jumat, (20/2).

Kronologi Kematian dan Kondisi korban

NS diketahui pulang ke rumah dari pondok pesantren sejak awal Februari untuk menjalani libur.

Ia sempat mengalami demam, batuk, dan mual, lalu diperiksa di puskesmas. Setelah menunjukkan perbaikan, kondisi NS kembali menurun pada Rabu (18/2).

“Pada hari yang sama, korban sempat dibawa oleh ibu tirinya ke seorang tukang urut berinisial S. Namun, kecurigaan muncul saat sang ayah tiba kembali di rumah pada Kamis dini hari dan mendapati adanya sejumlah luka lecet yang tersebar di tubuh anaknya,” jelas AKP Hartono pada Minggu, (22/2).

Baca Juga:  Kecelakaan di Tanjakan Yapan Sawangan, Istri Polisi Rela Mobilnya Ringsek Demi Selamatkan Pemotor

Setibanya di rumah setelah ditelepon istrinya, Anwar menemukan kondisi NS dalam keadaan kulit melepuh.

“Pas sampai di rumah saya kaget kondisi anak saya sudah pada melepuh,” ungkap Anwar.

Saat ditanya mengenai luka-luka tersebut, istrinya menjawab bahwa kondisi NS disebabkan demam tinggi.

“Saya tanya kenapa? Dia (istri) jawab, ini kan sakit panas, makanya melepuh,” jelasnya.

Korban dibawa ke RSUD Jampangkulon pada Kamis pagi.

Di rumah sakit, NS sempat menyampaikan kepada salah satu kerabat bahwa dirinya dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya.

Setelah itu, NS meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB.

Hasil Pemeriksaan Medis

Temuan awal pemeriksaan luar oleh tim medis menunjukkan adanya luka lecet di wajah, leher, serta keempat anggota gerak korban.

Luka tersebut diduga akibat luka bakar derajat 2A. Selain itu, terdapat memar pada bibir yang diidentifikasi sebagai trauma tumpul.

Pihak RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri Kota Sukabumi melakukan autopsi terhadap tubuh korban.

Dari hasil autopsi, ditemukan luka bakar di beberapa bagian tubuh korban seperti lengan, kaki, paha, dan tangan.

Luka serupa juga ditemukan di area bibir dan hidung. Namun, dokter forensik belum menyimpulkan apakah luka-luka tersebut merupakan hasil dari penganiayaan.

Sampel jantung dan paru-paru korban turut dibawa ke laboratorium di Jakarta untuk dianalisis lebih lanjut.

Dari hasil autopsi juga ditemukan adanya gambaran penyakit kronis pada paru-paru dan perbendungan pada organ dalam korban, sehingga penyebab pasti kematian NS masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

(AKM/NID/RAD)

Trending