Connect with us

Berita

Rusun Pasar Rumput Dibuka 1 November, Prioritas untuk ASN Bergaji Kecil

Actress 1299250

Published

on

Rusun Pasar Rumput Dibuka 1 November, Prioritas untuk ASN Bergaji Kecil
Rusun Pasar Rumput Dibuka 1 November, Prioritas untuk ASN Bergaji Kecil. Gambar : Dok. Danica Adhitiawarman/detik.com

MPN Indonesia 28 Oktober 2024 - Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput, Jakarta, akan membuka pendaftaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada Jumat (1/11).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyatakan bahwa program ini diutamakan untuk guru, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta anggota TNI/Polri dengan pangkat dan gaji rendah.

Program akan dimulai dengan kegiatan open house pada pukul 14.00 WIB, memberi kesempatan calon penyewa untuk melihat unit yang tersedia.

Prioritas Guru, ASN, dan TNI/Polri Bergaji Rendah

Maruarar Sirait menyebutkan bahwa program ini akan mengutamakan guru, ASN, dan anggota TNI/Polri dengan penghasilan terbatas, terutama mereka yang bekerja di Jakarta namun tinggal di luar kota karena kesulitan akses hunian.

Seleksi calon penghuni akan dilakukan secara ketat, dengan verifikasi slip gaji guna memastikan program ini tepat sasaran.

Selain itu, program ini juga mencakup kalangan milenial berpenghasilan rendah yang sering kali kesulitan menemukan hunian terjangkau di Jakarta.

Pemerintah berencana memperluas prioritas kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum memiliki pekerjaan formal atau penghasilan tetap.

Harga Sewa Subsidi Silang

PD Pasar Jaya selaku pengelola Rusun Pasar Rumput ini menerapkan tarif sewa dengan sistem subsidi silang, dimulai dari Rp1,25 juta per bulan, tergantung kemampuan finansial penghuni.

Tarif bagi yang berpenghasilan lebih tinggi dapat mencapai Rp1,5 juta, sementara bagi yang berpenghasilan lebih rendah bisa lebih murah.

Sebelumnya, tarif sewa unit di Rusun Pasar Rumput mencapai Rp3,5 juta per bulan dan dinilai memberatkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga:  Wakapolri Akui Respons Polisi Masih Lambat Dibandingkan Damkar

Dalam kunjungannya pada Minggu (27/10), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi langkah cepat Maruarar dalam merespons arahan presiden untuk mendukung masyarakat kecil.

“Persoalan penghunian Rusun Pasar Rumput ini harus diselesaikan agar masyarakat kecil bisa mendapatkan hunian yang layak,” ujar Tito.

Dukungan untuk Warga Terdampak Kebakaran dan Relokasi Ciliwung

Selain untuk pegawai negeri dan anggota militer-polisi bergaji rendah, Rusun Pasar Rumput juga menampung warga terdampak kebakaran di Manggarai, Jakarta Selatan, yang terjadi pada Selasa (13/8).

Kebakaran ini mengakibatkan kerusakan luas di kawasan padat tersebut.

Sebanyak 418 unit dari total 794 unit disediakan bagi mereka, dengan kebijakan bebas sewa selama setahun.

Pemerintah provinsi juga akan menyediakan fasilitas serupa bagi warga yang akan direlokasi sebagai bagian dari penataan Kawasan Sungai Ciliwung untuk mengurangi banjir di Jakarta.

“Langkah ini diambil agar warga yang direlokasi tidak perlu khawatir mencari tempat tinggal karena sudah kami sediakan di Rusun Pasar Rumput,” jelas Maruarar.

Kolaborasi Pembangunan Berkeadilan

Maruarar Sirait menekankan pentingnya kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam mendukung kesejahteraan masyarakat kecil.

Program hunian subsidi silang ini, menurutnya, merupakan bentuk komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran untuk pembangunan yang berpihak pada rakyat kecil.

“Kita tidak hanya membangun, tetapi juga memikirkan dampaknya bagi warga yang terpaksa direlokasi,” ujarnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah penting untuk menyediakan hunian terjangkau di ibu kota.

“Sejauh ini, 418 unit sudah dihuni oleh warga terdampak kebakaran Manggarai, dan alokasi akan terus diperbarui untuk menjangkau lebih banyak warga,” jelasnya.

Menjawab Tantangan Ketersediaan Hunian Terjangkau

Rencana pengalokasian Rusun Pasar Rumput ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengatasi tantangan ketersediaan hunian terjangkau di Jakarta.

Baca Juga:  Pemerintah Pangkas Anggaran MBG Rp67 Triliun

Tingginya biaya sewa membuat banyak pekerja, termasuk ASN dan guru, memilih tinggal di luar wilayah ibu kota.

Khusus bagi guru yang bekerja di Jakarta namun tinggal di luar kota, Rusun Pasar Rumput dapat mengurangi beban perjalanan dan biaya hidup, sehingga meningkatkan produktivitas.

Kebijakan pembangunan ini juga diharapkan mampu mendukung stabilitas anggota TNI/Polri berpangkat rendah yang sulit berpindah tugas ke Jakarta.

Pengembangan Program Hunian Layak

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa program di Rusun Pasar Rumput akan terus dikembangkan agar bisa menjangkau lebih banyak masyarakat kecil di Jakarta.

Dengan seleksi ketat dan sistem subsidi silang, program ini diharapkan berkelanjutan untuk mengurangi kesenjangan hunian bagi warga berpenghasilan rendah di ibu kota.

Trending