Connect with us

Teknologi

Apa Itu STAM dan SEDH? Robot Digital yang Viral Bikin Anak-anak Antusias Ikut Tarawih

Program STAM–SEDH di Masjid Al Marjan dorong generasi Alpha rajin tarawih dengan QR code, gamifikasi kuis, dan visual robot inspiratif.

Logompn

Published

on

Apa Itu STAM dan SEDH Robot Digital yang Viral Bikin Anak anak Antusias Ikut Tarawih
Apa Itu STAM dan SEDH? Gambar: YouTube/Masjid AlMarjan

Jawa Barat, MPN Indonesia 26 Februari 2026 - Masjid Al Marjan yang berlokasi di Kompleks Permata Depok Regensi, Ratu Jaya, Depok, Jawa Barat, memperkenalkan dua robot digital bernama STAM dan SEDH dalam kegiatan Tarhib Ramadan pada Minggu (8/2).

Program ini bertujuan meningkatkan antusiasme anak-anak generasi Alpha dalam mengikuti salat tarawih secara rutin dengan sistem presensi digital interaktif.

Program STAM dan SEDH mulai dijalankan sejak Ramadan 2022 dan kembali diaktifkan tahun ini sebagai bagian dari strategi masjid untuk membangun kedekatan spiritual anak-anak dengan masjid.

Anak-anak yang mengikuti program ini diberikan kartu peserta dengan QR code unik yang dipindai setelah melaksanakan salat isya dan tarawih.

Hasil scan tersebut menampilkan progres digital dalam bentuk pembangunan robot STAM dan SEDH di layar monitor besar.

Apa Itu STAM dan SEDH

STAM adalah singkatan dari Shaf Terdepan Anak Masjid, sedangkan SEDH merupakan akronim dari Sedekah.

Filosofi di balik nama ini menggabungkan semangat mencintai masjid dengan amalan kebaikan.

STAM mewakili upaya menjadikan masjid sebagai rumah kedua bagi anak-anak, sementara SEDH melambangkan pentingnya sedekah sebagai pelengkap ibadah salat.

Keduanya diwujudkan dalam bentuk robot nongender dan nonmanusia untuk menciptakan karakter yang unik dan netral.

“Targetnya bukan untuk mengangkat perbedaan, tapi untuk meramaikan shaf di masjid,” terang salah satu inisiator program dari Masjid Al Marjan, Ilham, dalam wawancaranya dengan MPN Indonesia pada Senin (23/2).

Baca Juga:  Bantu Pelajar Berpikir Kritis, Google Rilis Guided Learning di Gemini AI

Ilham juga menjelaskan bahwa penggunaan karakter robot dipilih untuk menghindari kontroversi visualisasi tokoh dalam Islam serta menjadikan tokoh tersebut lebih menarik bagi anak-anak.

“Dipilih robot. Yang netral gender alias tidak cowok, tidak cewek, dan bukan manusia juga. Tapi memiliki anatomi yang dekat dengan manusia. Jadi adegan seperti berjalan, mengambil barang, shake hands bisa dilakukan semua. Masih relate,” ujarnya

Sistem Presensi STAM dan SEDH

Sistem presensi digital ini bekerja dengan cara anak-anak membawa kartu barcode yang telah dipersonalisasi, kemudian melakukan scan setelah salat.

Proses ini dilakukan menggunakan komputer masjid atau smartphone milik remaja masjid yang ditugaskan.

Selain itu, anak-anak dapat mengikuti kuis benar-salah sebagai bagian dari gamifikasi, yang dirancang untuk menginternalisasi nilai-nilai agama secara menyenangkan.

“Kalau ada pertanyaan yang dijawab salah, maka akan ada penjelasan. Pertanyaan ini akan muncul lagi di pertanyaan berikutnya secara random. Agar anak-anak bisa menjawab dengan benar,” jelas Ilham.

12 Masjid Ikut Program

Apa Itu STAM dan SEDH Robot Digital yang Viral Bikin Anak anak Antusias Ikut Tarawih
Antusiasme jemaah mengikuti salat tarawih di Masjid Al Marjan. Gambar: Dok. Al Marjan

Hingga saat ini, sebanyak 12 masjid/musala telah resmi bergabung dengan program STAM dan SEDH.

Selama Ramadan 2025, Masjid Al Marjan mencatat partisipasi sebanyak 277 anak yang mengikuti program ini.

Untuk Ramadan 2026, ditargetkan partisipasi meningkat hingga 1.000 anak, terlepas dari jumlah masjid yang bergabung.

Menurut Ilham, angka 1.000 digunakan sebagai tolok ukur pengaruh program di media sosial dan efisiensi biaya operasional.

Syarat Masjid Bergabung Program STAM dan SEDH

Masjid yang ingin bergabung dalam program STAM dan SEDH diwajibkan memiliki Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang bersedia mengelola dan mengawasi pelaksanaan program tersebut.

Keterlibatan aktif pengurus masjid menjadi syarat utama karena program ini membutuhkan pengelolaan administrasi dan pengawasan secara langsung.

Baca Juga:  TransJakarta Resmi Layani Rute Sawangan-Lebak Bulus Mulai 5 Juni

Proses verifikasi keabsahan presensi jemaah juga dilakukan oleh pengurus masjid yang ditunjuk untuk menangani absensi.

Selain sistem yang berjalan, terdapat tahap verifikasi manual guna memastikan kehadiran jemaah benar-benar sah.

Langkah ini diterapkan untuk meminimalkan potensi kecurangan, seperti jemaah yang datang ke masjid hanya untuk melakukan absensi tanpa benar-benar mengikuti rangkaian ibadah.

Pendampingan Masjid yang Ingin Bergabung

Untuk mendukung sistem digital ini, Masjid Al Marjan menyediakan perangkat seperti layar TV, Mini PC atau desktop, webcam, laptop (Windows/Mac), dan gadget operasional.

Seluruh proses implementasi tidak dipungut biaya alias gratis 100%.

“Kalau pembayaran administrasi tidak ada. Ini gratis 100%, disediakan oleh Masjid Al Marjan untuk dimanfaatkan. Biaya-biaya itu biar kami yang memikirkan sumbernya dari mana,” jelas Ilham.

Pendampingan teknis bagi masjid yang ingin bergabung dilakukan berdasarkan permintaan, dengan metode daring seperti melalui WhatsApp group atau video conference.

Respons Anak dan Orang Tua

Respons dari peserta dan orang tua dinilai sangat positif. Anak-anak menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti salat tarawih berkat sistem STAM dan SEDH.

“Robot aku suka banget. Jadi, tuh kayak sosok inspiratif buat narik anak-anak buat ngumpulin robot sampai nanti 30. Habis itu nanti dikasih robotnya tuh bagus pokoknya,” ujar salah satu peserta bernama Kenzie.

“Kalau di sini tuh, setiap tarawih tuh pasti tuh ada scan gitu. Jadi tuh yang bikin unik terus bikin malah semangat gitu tarawihnya buat ngumpulin kepingan-kepingan robotnya,” timpal Zikra, peserta lainnya.

Dari sisi orang tua, program ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan anak dalam ibadah tetapi juga mendorong mereka untuk menyebarkan informasi positif ke lingkungan sekitar.

Ingin Masjid Anda Bergabung?

Bagi masjid atau musala yang ingin bergabung dalam program STAM dan SEDH, silakan hubungi:

  • Adhika Lukman: +62 816-910-505
  • Faiz A. Jaya: +62 853-1390-0080
  • Nday Iskandar: +62 851-2801-7081
  • Ilham KS: +62 817-7456-99
  • Instagram: @masjidalmarjan
Baca Juga:  Usai Viral, Patwal yang Tendang Pemotor di Puncak Dicopot dari Jabatan

Mari bersama-sama meramaikan shaf masjid dan membangun generasi cinta masjid melalui inovasi digital yang edukatif dan inspiratif.

(AKM/NID/RAD)

Trending