Connect with us

Berita

Kebakaran di Kawasan Gunung Ciremai Meluas, Pemdaman Libatkan 742 Personel Gabungan

Kebakaran Gunung Ciremai di Kuningan meluas hingga Jumat pagi. Sebanyak 742 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan api.

Actress 1299250

Published

on

Kebakaran di Kawasan Gunung Ciremai Meluas, Pemdaman Libatkan 742 Personel Gabungan
Kebakaran di Kawasan Gunung Ciremai Meluas, Pemdaman Libatkan 742 Personel Gabungan. Gambar: Instagram/@dedimulyadi71

Jawa Barat, MPN Indonesia 23 Oktober 2026 - Kebakaran hutan dan lahan  meluas di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, hingga Jumat (23/10) pagi.

Sebanyak 742 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan api yang terus merambat akibat angin dan kondisi medan yang terjal.

Petugas dibagi menjadi empat tim untuk menyisir dan mengepung titik api di kawasan terdampak.

Upaya pemadaman juga dilakukan dengan membuat sekat bakar untuk mencegah api menjalar ke kawasan dengan vegetasi rapat.

“Kondisi api hingga saat ini cukup meluas. Medan yang cukup sulit dan terjal sangat menyulitkan tim untuk melakukan upaya pemadaman secara cepat,” kata Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan Balai TNGC, Eska Nata Suryana dikutip MPN Indonesia dari Kompas.com, Jumat (23/10). 

742 Personel Gabungan Dikerahkan

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, memimpin Apel Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan pada Jumat (23/10) pagi.

Apel tersebut berlangsung di Lapangan Balekambang, Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

Herman meminta seluruh unsur yang terlibat untuk memperkuat koordinasi selama proses pemadaman.

Ia juga mengingatkan personel agar mengutamakan keselamatan saat bertugas di medan terjal.

“Sinergi dan kerja sama sangat mutlak diperlukan agar pemadaman yang lebih efektif agar api segera dapat dipadamkan. Tentu upaya bersama ini harus tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan,” kata Herman. 

Sebanyak 742 personel gabungan diterjunkan untuk menangani kebakaran yang melibatkan berbagai instansi dan kelompok masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Permana, ditunjuk untuk memimpin komando dan kendali operasi di lapangan.

Baca Juga:  Diduga Aniaya Anak Kandung, Ustaz Terkenal di Bandung Dipolisikan Eks Istri

Petugas Bangun Sekat Bakar untuk Mencegah Perambatan Api

Sebelumnya, sekitar 100 personel gabungan melakukan penanganan kebakaran lahan di kawasan taman nasional.

Petugas berhasil memadamkan sebagian titik api dan membuat sekat bakar di sepanjang tepi area kebakaran.

Pembuatan sekat bakar dilakukan untuk mencegah api merambat ke kawasan dengan vegetasi rapat.

Personel juga menyisir lokasi untuk memadamkan sisa bara dan asap yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali, mengatakan petugas terus memantau pergerakan titik api dan arah angin.

Pemantauan dilakukan melalui posko lapangan selama proses pemadaman berlangsung.

“Kami pun menyiagakan personel di titik-titik rawan perbatasan sekat bakar hingga malam hari,” ujar Teten dikutip MPN Indonesia dari Gapura Jabar, Jumat (23/10). 

Petugas di lapangan juga menerima bantuan air minum, makanan, dan alat pelindung diri. Perlengkapan tersebut meliputi masker, kacamata pelindung, dan helm.

Dedi Mulyadi Siapkan Water Bombing dan Hujan Buatan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau lokasi kebakaran pada Kamis (22/10).

Ia juga ikut melakukan pemadaman bersama personel gabungan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.

Dedi meminta komunitas dan warga desa untuk membantu pembuatan sekat bakar guna menghambat penyebaran api.

Warga yang terlibat dalam pekerjaan tersebut diberikan honor sebesar Rp250.000 per hari.

Dedi berencana melakukan pemadaman dari udara menggunakan helikopter dengan metode water bombing.

Ia juga akan berkoordinasi dengan BMKG terkait rencana hujan buatan di kawasan terdampak.

“Saya berkomunikasi dengan Pak Wamenhan dengan jajaran TNI AU, akan segera diturunkan heli untuk melakukan pemadaman melalui water bombing,” katanya saat berada di lokasi.

(AKM/NID/RAD)



Trending