Otomotif
BYD Indonesia Setop Impor Mobil dari China, bakal Produksi Sendiri di Subang
Pabrik BYD di Subang siap produksi EV. Impor ribuan unit dari China resmi dihentikan di Januari 2026.
Jawa Barat, MPN Indonesia 27 Februari 2026 - PT BYD Motor Indonesia resmi menghentikan kegiatan impor mobil listrik dari China mulai Januari 2026.
Kebijakan ini diambil seiring dengan kesiapan fasilitas produksi BYD di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat.
Sebelumnya, BYD tercatat sebagai produsen dengan impor mobil terbanyak ke Indonesia sepanjang 2025, yakni sebanyak 64.013 unit kendaraan listrik.
Langkah BYD ini merupakan bagian dari pemenuhan komitmen investasi sesuai Peraturan Menteri Investasi No. 6 Tahun 2023 jo No. 1 Tahun 2024, yang mengharuskan produsen mobil listrik penerima insentif EV CBU untuk memulai produksi lokal paling lambat 1 Januari 2026.
Dalam rentang 2026–2027, BYD juga diwajibkan memproduksi kendaraan dengan jumlah dan spesifikasi teknis yang setara dengan unit yang sebelumnya diimpor, serta memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Head of PR and Government BYD Indonesia, Luther Panjaitan, dalam keterangannya mengatakan bahwa BYD telah memperoleh tiga sertifikasi penting untuk operasional, yaitu sertifikat standar, WMI untuk tanda pengenal NIK kendaraan, dan sertifikasi IKD.
“Fasilitas ini sudah sangat siap untuk memproduksi kendaraan nasional,” ujarnya dalam keterangannya.
Pembangunan Pabrik di Subang Smartpolitan
Keseriusan BYD dalam membangun industri kendaraan listrik nasional ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan PT Suryacipta Swadaya, pengembang Kawasan Industri Subang Smartpolitan, pada 2024 lalu di ajang Periklindo Electric Vehicle (PEV) Show 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Penandatanganan dilakukan oleh Nathan Sun selaku Operation Director BYD Indonesia dan Wilson Effendy selaku Vice President Director PT Suryacipta Swadaya.
Acara ini turut disaksikan oleh jajaran manajemen BYD Auto, seperti Liu Xueliang (General Manager BYD Asia Pacific), Eagle Zhao (Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia), serta perwakilan kementerian terkait.
Fasilitas produksi BYD akan dibangun di area Fase 2 bagian utara Subang Smartpolitan dengan luas lahan lebih dari 108 hektare.
Produksi bertahap direncanakan dimulai pada Januari 2026, setelah serah terima lahan dilakukan pada Agustus 2024.
“Melalui berbagai penilaian, BYD memutuskan bahwa Kawasan Industri Subang Smartpolitan tepat untuk menjadi lokasi pengembangan industri EV BYD di Indonesia. Kawasan industri ini dapat memenuhi kriteria, baik dari segi luas, jarak, lingkungan, maupun infrastruktur yang kami perlukan,” ujar Eagle Zhao, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi BYD, pada Jumat (27/2).
Infrastruktur Strategis dan Dampak Ekonomi
Subang Smartpolitan terintegrasi dengan berbagai infrastruktur nasional strategis seperti Tol Cipali KM 89, Tol Akses Patimban, Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, serta Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan ke Jakarta, Bandung, dan kota-kota besar di Jawa Barat dan Tengah.
Kawasan ini dirancang sebagai kota pintar dan berkelanjutan dengan fasilitas industri, komersial, pendidikan, hingga hunian, dengan total area 2.717 hektare.
Investasi BYD di Subang diproyeksikan akan menciptakan ribuan lapangan kerja, mendorong transfer teknologi, dan mengembangkan rantai pasok lokal kendaraan listrik.
“Hal ini membuktikan bahwa infrastruktur kawasan industri ini sesuai dan dapat mendukung terciptanya ekosistem kendaraan listrik yang akan dibangun oleh BYD,” ungkap Abednego Purnomo, VP Penjualan, Pemasaran & Hubungan Penyewa Subang Smartpolitan.
Penjualan dan Model Mobil Listrik BYD
Meski impor dihentikan, aktivitas penjualan kendaraan BYD tetap berjalan. Sepanjang 2025, BYD mencatatkan angka penjualan wholesales sebanyak 4.879 unit dan retail 2.516 unit.
Angka ini menempatkan BYD di posisi 10 besar merek mobil terlaris di Indonesia.
Saat ini, BYD menawarkan enam model mobil listrik di pasar domestik, yaitu:
- BYD Seal
- BYD Atto 3
- BYD Dolphin
- BYD M6
- BYD Sealion 7
- BYD Atto 1
Dari keenam model tersebut, BYD Atto 1 menjadi penyumbang penjualan terbesar karena merupakan varian dengan harga paling terjangkau.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
