Connect with us

Politik

Seskab Teddy: Insentif Guru Honorer Baru Naik di Era Prabowo

Teddy sebut insentif guru honorer naik jadi Rp400 ribu di era Prabowo setelah 20 tahun. Pemerintah tingkatkan tunjangan guru non-ASN menjadi Rp2 juta per bulan.

Logompn

Published

on

Seskab Teddy Insentif Guru Honorer Baru Naik di Era Prabowo

MPN Indonesia 1 Maret 2026 - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa insentif guru honorer mengalami kenaikan pertama kalinya setelah stagnan selama 20 tahun, tepatnya pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut disampaikan Teddy saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/2).

“Dari tahun 2005 sampai 2025, ada namanya insentif. Dan baru naik di zaman Presiden Prabowo menjadi Rp400 ribu,” ujar Teddy, dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi Kementerian Sekretariat Negara RI pada Minggu, (29/2).

Ia menegaskan bahwa meskipun pengelolaan guru honorer merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, pemerintah pusat tetap memberikan dukungan melalui insentif tambahan.

Kenaikan ini disebut sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia.

Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari program kebijakan ekonomi dan kebijakan pemerintah yang menyasar langsung ke sektor pendidikan, khususnya guru.

Kebijakan Gaji dan Penyaluran Tunjangan

Selain menaikkan insentif bagi guru honorer, pemerintah melalui arahan Presiden Prabowo Subianto juga meningkatkan tunjangan bagi guru nonAparatur Sipil Negara (nonASN).

Tunjangan tersebut naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan sejak tahun 2025.

“Jumlahnya berapa? Dari Rp1,5 juta tahun lalu naik menjadi Rp2 juta,” kata Teddy.

Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya sistematis dalam memperkuat penghargaan dan perlindungan terhadap profesi guru.

Tidak hanya menaikkan nominal, sistem penyaluran tunjangan pun dibenahi.

Jika sebelumnya tunjangan dikirim melalui pemerintah daerah dan diterima oleh guru setiap tiga bulan, kini dana tersebut langsung ditransfer ke rekening guru setiap bulan.

Baca Juga:  Menko Polhukam dan Kapolri Bahas Persiapan Operasi Ketupat 2025, Ini Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025

“Tahun lalu, Presiden memberi instruksi agar setiap bulan itu langsung diberikan ke gurunya. Dan sudah berjalan. Tentunya semua tadi diwadahi oleh Kementerian Dikdasmen,” jelas Teddy.

Fokus Pemerintah pada Pendidikan Tidak Berkurang

Teddy Indra Wijaya juga membantah anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyebabkan pengurangan anggaran pendidikan.

Ia menekankan bahwa semua program pendidikan tetap berjalan dan bahkan ditingkatkan.

“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” tegas Teddy.

Ia menyampaikan bahwa seluruh kebijakan pendidikan tetap mengedepankan tiga unsur utama, yaitu siswa, sekolah, dan guru.

Pemerintah memastikan bahwa tidak ada satu pun aspek pendidikan yang dikorbankan dalam implementasi kebijakan lainnya, termasuk MBG.

Komitmen Pemerintah Pusat terhadap Kesejahteraan Guru

Menurut Teddy, insentif bukanlah gaji pokok, tetapi tambahan yang mencerminkan komitmen nyata pemerintah.

“Insentif itu bukan gaji, insentif itu tambahan,” ungkap Teddy.

Dengan pembenahan sistem dan kenaikan tunjangan tersebut, pemerintah menyatakan bahwa perhatian terhadap profesi guru tidak berkurang.

(AKM/NID/RAD)

Trending