Connect with us

Lifestyle

Tata Cara dan Niat Salat Taubat beserta Doanya

Salat taubat merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa yang telah dilakukan.

Logompn

Published

on

Tata Cara dan Niat Salat Taubat beserta Doanya
Tata Cara dan Niat Salat Taubat beserta Doanya | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 2 Maret 2026 - Salat taubat merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa yang telah dilakukan.

Salat ini dilakukan secara sendiri-sendiri (munfarid) dengan jumlah rakaat minimal dua dan maksimal enam, dilaksanakan di luar waktu-waktu yang dilarang untuk salat.

Salat taubat dianjurkan bagi siapa pun yang ingin kembali ke jalan Allah SWT setelah melakukan kesalahan.

Perintah bertaubat sendiri ditegaskan dalam surah At-Tahrim ayat 8, yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanannya. Mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’.”

Rasulullah SAW juga bersabda yang artinya:

“Seorang hamba yang berdosa, lalu dia berwudhu’ dengan baik, kemudian salat dua rakaat, lalu memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampuninya.” (HR. Abu Dawud)

Niat Salat Taubat

Bacaan niat salat taubat adalah sebagai berikut:

أصَلَّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: Saya niat salat taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Salat Taubat

1. Membaca niat salat taubat dalam hati

2. Takbiratul ihram

3. Membaca doa iftitah

4. Membaca surah Al-Fatihah

5. Membaca surah pendek dari Al-Qur’an

6. Rukuk

7. Iktidal

8. Sujud pertama

Baca Juga:  Khutbah Jumat 30 Januari 2026: Menyambut Bulan Syaban dengan Kemuliaan

9. Duduk di antara dua sujud

10. Sujud kedua

11. Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulangi urutan seperti rakaat pertama

12. Tasyahud akhir

13. Salam

Salat ini dapat dilakukan dua, empat, atau enam rakaat, dengan salam setiap dua rakaat.

Doa setelah Salat Taubat

Setelah menyelesaikan salat, dianjurkan untuk membaca doa sebagai berikut:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا

Astaghfirullaahal Azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuran.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, aku bertaubat (kembali) kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang telah berbuat kezaliman, yang tiada lagi mempunyai untuk dirinya sendiri madharat atau pun manfaat, mati, hidup ataupun kebangkitan dari kematian nanti.”

Setelah itu dilanjutkan dengan membaca:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى صِدْقِكِ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allaahumma anta Rabbii, laa ilaaha illaa anta. Khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaashidqika wa wa’dika mastatha’tu. A’uudzu bika min syarri maa shana’tu abuu’u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu’u bi dzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha setia kepada janji-Mu sejauh yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kulakukan, aku mengakui semua nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, karena tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”

Baca Juga:  Khutbah Jumat 19 Desember 2025, Renungan dan Taubat untuk Hidup yang Lebih Baik

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending