Connect with us

Lifestyle

Khutbah Jumat 30 Januari 2026: Menyambut Bulan Syaban dengan Kemuliaan

Khutbah Jumat 30 Januari mengangkat kemuliaan bulan Syaban sebagai waktu diangkatnya amal dan persiapan menuju Ramadan.

Logompn

Published

on

Khutbah jumat 30 januari 2026 menyambut bulan syaban dengan kemuliaan
Khutbah Jumat. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 30 Januari 2026 - Khutbah Jumat pada (30/1) di berbagai masjid di Indonesia mengangkat tema tentang kemuliaan bulan Syaban dan pentingnya mempersiapkan diri menyambut Ramadan.

Khatib menyampaikan bahwa bulan Syaban merupakan waktu istimewa, saat amal manusia diangkat kepada Allah SWT, serta menjadi saat yang tepat untuk muhasabah dan memperbanyak ibadah.

Bulan ini disebut sebagai gerbang kemuliaan, sebagaimana diteladankan oleh Rasulullah SAW yang memperbanyak puasa di bulan Syaban.

Dalam khutbah juga disampaikan hadis dari Usamah bin Zaid RA:

قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ لَمْ أَرَكَ تَصُوْمُ مِن شَهْرٍ مِنَ الشُّهُوْرِ مَا تَصُوْمُ مِنْ شَعْبَانَ. قَالَ: ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ, وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيْهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِيْ وَأَنَا صَائِمٌ.

Artinya: “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa dalam satu bulan pun seperti puasa engkau di bulan Syaban.’
Beliau bersabda, ‘Itulah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam, dan aku senang apabila amalku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.’”

Khutbah ini juga mengingatkan bahwa Rasulullah SAW memuliakan bulan Syaban sebagaimana beliau memuliakan empat bulan lainnya yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Salah satu bentuk pemuliaan itu adalah memperbanyak puasa sunah untuk menggapai rida Allah SWT.

Keutamaan Bulan Syaban

Bulan Syaban merupakan bulan selawat, karena ayat perintah selawat diturunkan pada bulan ini.

Syaban juga dikenal sebagai bulan al-Qaṣir (الْقَاصِرُ) yang berarti singkat, karena letaknya di antara dua bulan besar, Rajab dan Ramadan.

Baca Juga:  Ustaz Soroti Bahaya Fantasi Sedarah, Desak Negara Bertindak

Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan, nama Syaban berasal dari tradisi bangsa Arab yang berpencar mencari air setelah bulan Rajab.

Secara bahasa, “Syaban” berasal dari kata “تَشَعُّب” yang berarti berpencar atau berkelompok.

Khutbah ini juga memuat lafaz pujian kepada Allah SWT, syahadat, serta salawat kepada Nabi Muhammad SAW untuk memperkuat seruan takwa:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا، وَكَتَبَ أَعْمَالَ الْعِبَادِ دَقِيقَهَا وَجَلِيلَهَا، لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنْجِينَا مِنْ عَذَابِهِ يَوْمَ تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الدَّاعِيَ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، الْمُحَذِّرَ مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Ayat dari QS Yunus: 61 juga turut dibacakan:

وَمَا تَكُوْنُ فِيْ شَأْنٍ وَّمَا تَتْلُوْا مِنْهُ مِنْ قُرْاٰنٍ وَّلَا تَعْمَلُوْنَ مِنْ عَمَلٍ اِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُوْدًا اِذْ تُفِيْضُوْنَ فِيْهِۗ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَّبِّكَ مِنْ مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ وَلَآ اَصْغَرَ مِنْ ذٰلِكَ وَلَآ اَكْبَرَ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Artinya: “Engkau (Nabi Muhammad) tidak berada dalam suatu urusan, tidak membaca suatu ayat Al-Qur’an, dan tidak pula mengerjakan suatu pekerjaan, kecuali Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak ada yang luput sedikit pun dari (pengetahuan) Tuhanmu, walaupun seberat zarah, baik di bumi maupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, kecuali semua tercatat dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”

Isi khutbah dan Doa Penutup

Dalam naskah khutbah disebutkan pula:

اَلْحَمْدُ لله على نعمه فى شهر شعبان, الذى جعلنا من المسلمين الكاملين, وأمرنا باتباع سبيل المؤمنين, وأشْهَدُ أَنْ لَا إله إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الحق المبين وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصادق الوعد الأمين, اللهم صَلَّى عَلَى سيدنا محمد وَعَلَى أله وَصَحْبِهِ أجمعين, وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

Baca Juga:  Nabi Muhammad SAW Ajarkan Cara Bijak Hadapi Tuduhan Perselingkuhan

أما بعد- أوصيكم ونفسى بتقوى الله, وكونوا من المؤمنين الصادقين, واعلموا رحمكم الله إن للإيمان أيات وشعبن, فدونكم منها مانطق به القرأن, ومابينه رسول الله صلى الله عليه وسلم…

Isi khutbah juga menyerukan agar umat Islam menjaga kualitas takwa kepada Allah SWT:

“Marilah kita bersama-sama menjaga kualitas takwa kita kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya dengan penuh kesadaran dan keinsyafan.”

Khutbah Jumat ditutup dengan doa:

اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending