Connect with us

Berita

Remaja di Ponorogo Tewas Terkena Ledakan saat Rakit Petasan Balon

Remaja 16 tahun tewas akibat ledakan petasan balon yang terjadi di Dusun Cuwet, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (1/3).

Logompn

Published

on

Remaja di Ponorogo Tewas Terkena Ledakan saat Rakit Petasan Balon
Remaja di Ponorogo Tewas Terkena Ledakan saat Rakit Petasan Balon | Gambar: Ilustrasi Canva

Jawa Timur, MPN Indonesia 3 Maret 2026 - Seorang remaja berusia 16 tahun tewas akibat ledakan petasan balon yang terjadi di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (1/3).

Ledakan terjadi saat korban tengah merakit petasan balon bersama satu orang lainnya.

Korban meninggal dunia diketahui berinisial R, pelajar kelas 3 SMP yang merupakan warga setempat.

Sementara satu korban lainnya, T, warga Kecamatan Sukorejo, mengalami luka bakar serius hingga 80 persen dan menjalani perawatan intensif di RSUD Bantarangin.

“Korban dua orang, satu meninggal dunia inisial R, masih kelas 3 SMP. Kedua inisial T, luka bakar 80 persen,” kata Kasatreskrim AKP Imam Mujali kepada wartawan, Minggu (1/3).

Rumah di Lokasi Rusak Berat

Ledakan terjadi di rumah milik Minten, warga Jalan Boh Gede RT 2 RW 2, Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar.

Ledakan mengakibatkan kerusakan berat pada bagian teras dan struktur rumah, serta menghancurkan pintu, jendela, dan merobohkan sejumlah kendaraan di sekitarnya.

Peristiwa nahas tersebut menghebohkan warga sekitar karena suara ledakan terdengar sangat keras hingga radius tiga kilometer.

Korban Tewas sempat Didekap Ibunya

Menurut Kamituwo Dusun Pendem, Siswanto, korban R sempat ditemukan masih bernyawa di depan rumah dalam dekapan ibu dan kakaknya, namun nyawanya tidak tertolong.

“Posisi korban masih di depan rumah, belum meninggal, cuma didekap sama ibu dan kakaknya. Tapi akhirnya meninggal karena tidak ada pertolongan,” ungkap Siswanto, dikutip MPN Indonesia dari detikJatim.

Sementara itu, korban Toni langsung dilarikan ke RSUD Bantarangin oleh warga. Siswanto menyebut dirinya membawa Toni menggunakan sepeda motor pribadi sesaat setelah kejadian.

Baca Juga:  Diduga Keciduk Curi Dompet, Bocah Ini Menangis Minta Diviralkan

Masih dalam Penyelidikan Polisi

Terpisah, Kapolsek Sumoroto, Kompol Kusbintoro, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan keterlibatan pihak lain.

Dugaan sementara, kegiatan merakit petasan balon tersebut merupakan inisiatif pribadi para korban.

“Sampai sekarang belum ada, ini niatan pribadi. Kita dalami, kita koordinasi dengan Polres terutama Reskrim. Hasil penyelidikan nanti bagaimana, kita breakdown ke bawah. Nanti kita tindak lanjuti sampai bawah,” jelasnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending