Connect with us

Berita

Kebakaran TPA Supit Urang di Malang, Hanguskan Sekitar 8 Hektare Lahan

Kebakaran TPA Supit Urang di Kota Malang menghanguskan sekitar selapan hektare lahan.

Actress 1299250

Published

on

Kebakaran TPA Supit Urang di Malang, Hanguskan 1 Hektare Lahan
Kebakaran TPA Supit Urang di Malang, Hanguskan 1 Hektare Lahan. Gambar: Dok. Ilustrasi Canva

Jawa Timur, MPN Indonesia 22 Oktober 2026 - Kebakaran melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (21/10) siang.

Hingga Kamis sore (22/10), kebakaran tersebut menghanguskan sekitar delapan hektare lahan dan diduga dipicu aktivitas warga yang membakar sampah di sekitar lokasi.

Angin kencang dan kondisi sampah yang mengering akibat musim kemarau mempercepat penyebaran api.

Dugaan Penyebab Diduga Berasal dari Orang Bakar Sampah

Kepala Satpol PP Kota Malang, Prayitno, mengatakan percikan api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di sebelah selatan kawasan.

“Penyebabnya adalah kemungkinan di wilayah selatan ada orang bakar sampah. Percikannya, karena tiupan angin, lari ke arah utara,” kata Prayitno dalam keterangannya.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Petugas menerima laporan awal dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang sekitar pukul 13.00 WIB.

Kebakaran TPA Supit Urang Libatkan 50 Personel Gabungan

Sebanyak 50 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran TPA Supit Urang.

Personel tersebut terdiri dari petugas pemadam kebakaran, Satpol PP, BPBD Kota Malang, dan relawan.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari DLH.

“Kami pukul 13.00 dapat laporan dari Dinas Lingkungan Hidup bahwasannya terjadi kebakaran di TPA Supit Urang,” kata Pandu.

Petugas kemudian mengerahkan sejumlah armada pemadam kebakaran dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan pihak swasta.

Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dengan rincian:

  • 6 unit armada Damkar Kota Malang.
  • 2 unit armada Damkar Kabupaten Malang.
  • 2 unit armada pemadam kebakaran dari pihak swasta.
Baca Juga:  Pelaku Pembunuhan Driver Ojol Wanita di Gresik Ternyata Pernah Bunuh Remaja

Selain itu, mobil tangki dari DLH dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang turut membantu pasokan air.

Petugas juga berkoordinasi untuk menambah armada selama proses pemadaman.

“Kami mengerahkan personel gabungan 50 orang. Termasuk ada juga bantuan personel dari Damkar Kabupaten Malang,” kata Pandu.

Angin Kencang dan Gas Metana Hambat Pemadaman

Petugas menghadapi sejumlah kendala saat berupaya mengendalikan api di kawasan pembuangan sampah tersebut.

Angin kencang dan rumput kering menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api.

Prayitno menjelaskan bahwa tumpukan sampah juga berpotensi menghasilkan gas metana. Kondisi tersebut diduga turut menyebabkan api semakin mudah membesar.

“Kalau tumpukan sampah ini kan memicu adanya gas metana. Jadi salah satu faktor ini yang mungkin membuat api lebih mudah membesar,” jelasnya.

Sementara itu, Pandu menyebut tumpukan sampah menyulitkan petugas menjangkau sumber api.

Bara api dapat bertahan di bagian dalam meskipun kobaran api di permukaan telah dipadamkan.

“Tumpukan sampah ini jika dipadamkan pada bagian atas, namun masih ada api tersembunyi yang masih belum diketahui berapa kedalamannya,” jelas Pandu.

Kandungan gas metana di dalam tumpukan sampah juga meningkatkan risiko ledakan.

Selama proses pemadaman, sejumlah suara ledakan yang diduga berasal dari tumpukan sampah masih terdengar.

Petugas Lakukan Penyekatan untuk Cegah Api Meluas

Petugas gabungan melakukan penyekatan dan pembasahan pada area yang belum terdampak api.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas ke bagian lain kawasan TPA.

“Kami lakukan penyekatan dan pembasahan untuk mengantisipasi api membesar,” kata Pandu.

Selain kondisi tumpukan sampah, keterbatasan akses air turut menghambat penanganan kebakaran.

Petugas berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak swasta untuk mendukung proses pemadaman.

Baca Juga:  Leonardo DiCaprio Sampaikan Kekhawatiran Karhutla di Kalimantan dan Sumatra

(AKM/NID/RAD) 

Trending