Connect with us

Politik

Bahlil Pastikan Stok BBM-LPG Aman jelang Lebaran meski Timur Tengah sedang Memanas

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan stok BBM dan LPG nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Logompn

Published

on

Bahlil Pastikan Stok BBM LPG Aman jelang Lebaran meski Timur Tengah sedang Memanas
Bahlil Pastikan Stok BBM-LPG Aman jelang Lebaran meski Timur Tengah sedang Memanas | Gambar: Instagram/@bahlillahadalia

MPN Indonesia 5 Maret 2026 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Hal itu disampaikan di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang sedang memanas akibat konflik antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran.

“Stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri, insya Allah semua aman, termasuk dengan elpiji. Jadi tidak perlu ada keraguan, sekalipun memang ada terjadi dinamika global di Iran dan Israel,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/3).

Harga BBM Subsidi Tidak akan Naik

Bahlil menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga hari raya.

Sementara itu, harga BBM non-subsidi tetap mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi.

“Kalau untuk harga BBM non-subsidi, itu memang mekanisme pasar dan itu kan sesuai dengan Permen tahun 2022 daripada SDM,” jelasnya.

Stok BBM-LPG Cukup untuk 21 Hari Lebih

Dalam konferensi pers sebelumnya, Bahlil menyampaikan bahwa rata-rata stok BBM dan LPG Indonesia berada di atas standar minimum nasional, atau lebih dari 21 hari.

“Untuk stok BBM kita, crude, BBM, LPG, itu semua rata-rata di atas standar minimum nasional. Kita tahu bahwa standar minimum nasional adalah 21 hari. Ini semuanya di atas 21 hari,” kata dia saat konferensi pers di kantornya, Selasa (3/3).

Bahlil juga menjelaskan bahwa pasokan BBM jenis bensin RON 90 hingga RON 98 seperti Pertalite dan Pertamax Turbo tidak terganggu.

Baca Juga:  Menkeu Purbaya Puji Menteri ESDM usai Rapat: Pak Bahlil Cepat Ambil Keputusan

Hal ini disebabkan sumber impor bahan bakar tersebut berasal dari Asia Tenggara, bukan dari Timur Tengah.

“Alhamdulillah secara kebetulan, untuk mengimpor jenis bahan BBM seperti ini tidak kita lakukan dari Middle East,” kata dia.

“Tapi kita lakukan dari negara-negara di luar Middle East, termasuk di dalamnya adalah Asia Tenggara. Jadi ini relatif enggak ada masalah,” imbuhnya.

Untuk jenis BBM solar, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor sejak beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Januari 2026.

Dengan demikian, ketergantungan terhadap pasokan dari Timur Tengah semakin berkurang.

RI bakal Bangun Storage Baru

Bahlil menyebut ketahanan energi nasional saat ini maksimal berada pada level 25 hingga 26 hari.

Pemerintah kini tengah membangun tangki penyimpanan tambahan agar mampu menampung pasokan hingga tiga bulan.

“Makanya sekarang pemerintah lagi sedang berusaha untuk membangun storage yang kapasitasnya bisa sampai dengan 3 bulan, karena itu standar internasional,” katanya.

(AKM/NID/RAD)

Trending