Connect with us

Viral

Ikuti Arahan Sultan HB X, MBG Jogja Tuai Pujian karena Cantumkan Harga dan Label Gizi

Paket MBG Jogja Rp10 ribu kini dilengkapi label harga dan informasi gizi sebagai bentuk transparansi program makan bergizi gratis.

Logompn

Published

on

Ikuti Arahan Sultan HB X, MBG Jogja Tuai Pujian karena Cantumkan Harga dan Label Gizi
Ikuti Arahan Sultan HB X, MBG Jogja Tuai Pujian karena Cantumkan Harga dan Label Gizi. Gambar: Instagram/@pandemictalks

MPN Indonesia 6 Maret 2026 - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menarik perhatian publik sejak Kamis (5/3), setelah unggahan akun Instagram @pandemictalks menampilkan paket makanan MBG Jogja yang mencantumkan label harga dan kandungan gizi.

Paket makanan senilai Rp10.000 tersebut dinilai selaras dengan arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang meminta adanya transparansi dalam pelaksanaan program.

Sejak itu, setiap paket MBG Jogja mulai mencantumkan komposisi makanan, nilai gizi, dan rincian harga, agar masyarakat mengetahui kualitas makanan yang dibagikan.

“Patut ditiru daerah lain: MBG Jogja ikuti arahan Sultan HB X, ada label gizi lengkap dan label harga Rp10 ribu,” tulis akun @pandemictalks, dikutip MPN Indonesia pada Jumat, (6/3).

Unggahan yang menampilkan paket MBG Jogja dengan label gizi dan harga tersebut menjadi viral dan mendapat perhatian luas.

Rincian Menu dan Nilai Gizi Paket MBG Jogja

Dalam unggahan yang tersebar, salah satu contoh paket MBG Jogja yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Senin (2/3) memuat beberapa item makanan lengkap dengan harganya. Paket tersebut berisi:

  • Telur rebus senilai Rp3.000
  • Kue kacang Rp2.500
  • Tahu walik Rp1.000
  • Jemblem manis Rp1.500

Total harga dari menu tersebut mencapai Rp10.000.

Selain itu, label juga mencantumkan kandungan gizi yang terdiri atas 410 kkal energi, 19,4 gram protein, 17,7 gram lemak, dan 47,5 gram karbohidrat per porsi.

Kebijakan pencantuman label gizi dan harga ini merupakan bagian dari tindak lanjut pemerintah DIY terhadap keluhan masyarakat mengenai transparansi dan kualitas makanan dalam program MBG.

Saat Ramadan, sejumlah orang tua siswa menyampaikan kekhawatiran terkait isi menu yang dianggap tidak mencukupi kebutuhan gizi serta tidak jelas asal-usul biayanya.

Baca Juga:  Kebakaran dan Ledakan Terjadi di SPBU Yogyakarta, Lima Orang Luka

Respons Netizen

Banyak pihak menganggap ini sebagai bentuk keterbukaan pemerintah daerah dalam mengelola program makan bergizi gratis untuk siswa.

Selain meningkatkan kepercayaan publik, kebijakan ini dinilai dapat memastikan bahwa makanan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.

“Selalu bangga dengan jogja 🔥🔥🔥” tulis komentar netizen dengan akun @mu*** di kolom komentar Instagram @pandemictalks.

“Di jakarta sudah kaya gitu kok menunya.. gak ada yg aneh2 ataupun sedikit.. alhamdulillah dapurnya amanah.. kemarin anak dikasih ayam tahu tempe ungkep,susu,kurma,” tulis komentar dari akun @fu***.

“Jogja memang istimewa,” timpal komentar akun @m***.

“Jogja memang istimewa🔥🙌” komentar akun @ek***.

(AKM/NID/RAD)

Trending