Connect with us

Berita

Kemenag Rilis Panduan Takbiran di Bali saat Nyepi

Kemenag merilis panduan pelaksanaan takbiran Idulfitri 1447 H di Bali jika dilaksanakan bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.

Logompn

Published

on

Kemenag Rilis Panduan Takbiran di Bali saat Nyepi
Kemenag Rilis Panduan Takbiran di Bali saat Nyepi | Gambar: Ilustrasi Canva

Bali, MPN Indonesia 10 Maret 2026 - Kementerian Agama (Kemenag) merilis panduan pelaksanaan takbiran Idulfitri 1447 H di Bali jika dilaksanakan bertepatan dengan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026.

Panduan ini disusun melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Bali.

Hal itu dilakukan untuk memastikan perayaan dua momen keagamaan tersebut berjalan lancar, tertib, dan saling menghormati.

“Sejak awal kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta para tokoh agama di Bali,” kata Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Thobib Al Asyhar di Jakarta, Minggu (8/3).

“Prinsipnya, jika memang waktunya bersamaan, kedua perayaan ini tetap dapat dijalankan dengan saling menghormati dan penuh pengertian,” sambungnya.

Panduan Takbiran di Bali jika Berbarengan dengan Nyepi

Pertama, umat Islam di Bali diperkenankan melaksanakan takbiran di masjid atau musala terdekat dengan berjalan kaki.

Takbiran dilakukan tanpa penggunaan pengeras suara, menyalakan petasan atau bunyi-bunyian lainnya, serta menggunakan penerangan secukupnya.

Selain itu, takbiran juga hanya diperbolehkan berlangsung mulai pukul 18.00 WITA hingga 21.00 WITA.

Kedua, pengurus masjid atau musala bertanggung jawab atas pengamanan dan ketertiban pelaksanaan takbiran, dengan tetap melakukan koordinasi bersama aparat keamanan setempat.

Selain itu, prajuru desa adat, pecalang, linmas, dan aparat desa atau kelurahan juga bertanggung jawab menjaga keamanan serta ketertiban dalam pelaksanaan takbiran dan Nyepi di wilayah masing-masing.

Seluruh pihak tersebut wajib melakukan koordinasi secara sinergis bersama aparat keamanan.

“Panduan ini hanya untuk Bali dan jika malam takbiran bersamaan dengan Hari Raya Nyepi. Sekira ada yang membuat konten media sosial dengan framing bahwa panduan ini untuk semua daerah, itu tidak benar,” sambungnya.

Baca Juga:  Oknum Polisi di Bali Jambret Kalung Pedagang, Netizen: Masih Kurang Pak Gaji dan Tunjangan?

Panduan Tertuang dalam Seruan Bersama

Panduan ini tertuang dalam Seruan Bersama yang ditandatangani oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali I Gusti Made Sunartha.

Kemudian Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, dan Gubernur Bali Wayan Koster.

(AKM/NID/RAD)

Trending