Connect with us

Berita

Antrean Membludak di Pelabuhan Gilimanuk Mulai Teratasi

Antrean kendaraan yang sempat membludak di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mulai terurai.

Logompn

Published

on

Antrean Membludak di Pelabuhan Gilimanuk Mulai Teratasi
Antrean Membludak di Pelabuhan Gilimanuk Mulai Teratasi | Gambar: Dok. Kemenhub

Bali, MPN Indonesia 18 Maret 2026 - Antrean kendaraan yang sempat membludak di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mulai terurai.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa panjang antrean kini berkurang menjadi delapan kilometer, setelah sebelumnya mencapai lebih dari 20 kilometer pada Minggu (15/3).

“Kita bekerja mencari solusi dan memitigasi terhadap kondisi di lapangan dan ini bisa jadi pelajaran agar ke depannya tidak terjadi lagi kepadatan di Gilimanuk,” ujar Dudy saat meninjau Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (17/3), dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Kemenhub.

“Saya sangat menghargai apa yang sudah dilakukan sehingga dalam beberapa hari kemacetan yang sampai 20 kilometer bisa mulai teratasi. Sekarang antrean kendaraan sepanjang 8 kilometer,” sambungnya.

Langkah Penanganan Kemacetan

Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Korlantas Polri dan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mengatasi kemacetan.

Beberapa langkah konkret yang dilakukan meliputi pengoperasian kapal-kapal besar dan penambahan jumlah kapal menjadi 35 unit.

Kemudian mengoptimalkan buffer zone serta penerapan sistem tiba–bongkar–berangkat (TBB) untuk 25 kapal.

“Dengan dilakukannya langkah-langkah tersebut harapannya terjadi pengurangan kepadatan serta arus lalu lintas bisa berjalan normal kembali dan kepadatan bisa terselesaikan sebelum Hari Raya Nyepi,” ucap Dudy.

Di sisi lain, pengaturan lalu lintas juga diperkuat melalui optimalisasi terminal kargo dan titik pengendalian di UPPKB Cekik.

Selain itu, Wakil Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Darat turut diterjunkan langsung ke lapangan guna mempercepat pelaksanaan kebijakan di lokasi.

Prioritaskan Kendaraan Kecil

Dudy menjelaskan bahwa kendaraan kecil dan bus akan diprioritaskan untuk naik kapal, sedangkan kendaraan besar akan ditampung di buffer zone.

“Sementara terhadap kendaraan besar, apabila tertahan maka akan ditampung di buffer zone, kemudian sopir-sopirnya akan kita berangkatkan ke Banyuwangi sambil menunggu selesainya perayaan Hari Nyepi,” ujarnya.

Baca Juga:  Pola Tidur Berantakan setelah Lebaran? Simak Tips Memperbaikinya

Untuk mendukung kebijakan ini, PT ASDP akan menanggung biaya transportasi dan akomodasi bagi sopir truk dari Gilimanuk ke Banyuwangi dan sebaliknya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending