Connect with us

Politik

Prabowo Minta Bahlil Cari Pasokan Minyak ke Negara Lain meski Stok BBM RI Masih Aman

Selat Hormuz ditutup Iran, Prabowo minta Bahlil cari pasokan minyak dari negara lain demi ketahanan energi nasional.

Logompn

Published

on

Prabowo Minta Bahlil Cari Minyak ke Negara Lain meski Stok BBM RI Masih Aman
Prabowo Minta Bahlil Cari Minyak ke Negara Lain meski Stok BBM RI Masih Aman. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 27 Maret 2026 - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mencari pasokan minyak mentah dari hampir seluruh negara di luar kawasan Timur Tengah.

Arahan ini disampaikan pada Rabu malam (25/3), menyusul situasi geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan Selat Hormuz ditutup oleh Iran.

Penutupan jalur penting ini berdampak langsung pada distribusi energi Indonesia, di mana sekitar 20 persen impornya melewati wilayah tersebut.

Instruksi tersebut disampaikan Bahlil saat melakukan kunjungan kerja dan inspeksi mendadak di SPBU Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3).

“Bapak Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita,” ujar Bahlil kepada wartawan.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah tensi global.

Meskipun stok BBM nasional saat ini masih dalam kondisi aman, pemerintah tetap bersiap menghadapi kemungkinan terganggunya pasokan dari jalur impor utama.

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman

Menteri ESDM menyatakan bahwa meskipun berada dalam situasi geopolitik yang tidak stabil, Indonesia masih memiliki cadangan energi yang mencukupi.

Kapasitas penyimpanan BBM disebut mampu memenuhi kebutuhan minimal selama 21 hingga 28 hari.

Meski begitu, Bahlil mengingatkan bahwa sistem distribusi bersifat dinamis.

Jika terjadi penyaluran selama beberapa hari, pasokan baru akan kembali masuk untuk mengisi ulang cadangan.

Bahlil menyebutkan bahwa pemerintah saat ini mengoptimalkan kilang dalam negeri dan tetap menjaga impor dari negara lain.

Baca Juga:  Mendiktisaintek: Ada 122 Program Studi Ditutup Sepanjang 2026

Untuk produk solar, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor.

“Saya menyampaikan di kesempatan ini bahwa sekalipun negara-negara lain, negara tetangga sebagian, sebagian negara di Asia udah mulai masuk dalam keadaan yang tidak diharapkan oleh hampir semua negara, dalam hal ini darurat, saya yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita insyaAllah tidak lagi kita lakukan impor. Jadi clear,” ujarnya.

Sementara itu, bensin masih dipenuhi sekitar 50 persen dari impor dan sisanya diproduksi di dalam negeri. Untuk LPG, sekitar 70 persen kebutuhan nasional masih bergantung pada impor.

Konsumsi Energi Diminta Lebih Efisien

Selain melakukan upaya diplomasi energi dan optimalisasi sumber daya, Bahlil juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan energi.

Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menghadapi krisis energi global.

“Saya memohon dukungan dari semua rakyat Indonesia. Masalah ini tidak hanya masalah pemerintah tapi masalah kita semua. Saya memohon, menyarankan agar ayo kita harus memakai energi dengan bijak. Dengan bijak yang tidak perlu saya sarankan jangan,” kata Bahlil.

Ia menambahkan bahwa setiap tetes BBM yang dihemat memiliki dampak besar terhadap ketahanan energi nasional.

Seruan ini disampaikan sebagai bagian dari strategi menyeluruh yang mencakup efisiensi konsumsi di tingkat masyarakat hingga kebijakan pemerintah di tingkat makro.

Fokus Jaga Stabilitas Energi saat Arus Mudik Lebaran

Bahlil juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemeriksaan dan pemantauan harian terhadap pasokan BBM, terutama dalam periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Pemerintah memastikan ketersediaan pasokan dan harga tetap stabil agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Perintah Bapak Presiden, hampir setiap hari kami diperintahkan untuk mengecek betul, memastikan betul tentang kebutuhan rakyat terutama di BBM pada saat mudik ke kampung halaman masing-masing ataupun pada saat kembali,” ungkap Bahlil.

Baca Juga:  Komdigi Bekukan TikTok Sementara, Pedagang Tak Bisa Live!

Dengan kondisi beberapa negara tetangga sudah menetapkan status darurat energi, kebijakan pemerintah Indonesia terus diarahkan pada langkah-langkah antisipatif agar situasi serupa tidak terjadi di dalam negeri.

(AKM/NID/RAD)

Trending