Connect with us

Viral

Viral! Wanita Ini Bagikan Cerita soal Paketnya yang Dicuri Tetangga Sendiri hingga Kurir Turun Tangan

Kasus pencurian paket di Jawa Barat viral setelah pelaku diketahui merupakan tetangga korban sendiri. Kurir hingga turun tangan.

Logompn

Published

on

Viral! Wanita Ini Bagikan Cerita soal Paketnya yang Dicuri Tetangga Sendiri hingga Kurir Turun Tangan
Viral! Wanita Ini Bagikan Cerita soal Paketnya yang Dicuri Tetangga Sendiri hingga Kurir Turun Tangan. Gambar: Instagram/@syifaota

Jawa Barat, MPN Indonesia 27 Maret 2026 - Seorang warga Jawa Barat dengan akun Instagram @syifaota membagikan peristiwa pencurian paket yang dialaminya pada Senin (16/3) sekitar pukul 17.00 WIB.

Paket berupa gendongan bayi bermerek Cuddleme tersebut tidak diterima seperti biasa, dan setelah diselidiki, ternyata diambil oleh tetangganya sendiri yang diketahui bernama Amalia Liza Novari.

Kejadian ini berlangsung saat rumah korban dalam keadaan kosong, diduga dimanfaatkan oleh pelaku untuk mengambil barang tersebut.

Lokasi kejadian berada di lingkungan tempat tinggal korban, yang tidak disebutkan secara rinci dalam unggahan.

Korban mendatangi gudang SPX untuk memeriksa status paket dan bahkan berdiskusi langsung dengan kurir pengantar.

Menurut keterangan korban, kurir menyatakan bahwa paket telah sampai di rumah.

Karena kecurigaan muncul, korban kemudian menginterogasi anak pelaku yang masih duduk di bangku kelas 1 SD, dan anak tersebut menyebutkan bahwa ibunya yang mengambil paket tersebut.

“Sampe akhirnya kita suruh anaknya buat ambil itu gendongan, dan si orang ini menyerahkan diri dengan bawa paket saya pake totebag(????),” tulis akun @syifaota dalam unggahannya,  dikutip MPN Indonesia pada Jumat (27/3).

Pelaku berdalih bahwa kurir telah mengantarkan paket ke rumahnya dan ia hanya berniat mengamankan. Namun, paket tersebut diketahui telah dibuka dan digunakan.

Kronologi Kejadian

Korban mengaku telah menyusun strategi agar tidak menyebutkan isi paket sejak awal.

Namun, pelaku sempat tetap bertanya-tanya mengenai barang apa yang hilang, bahkan menanyakan kepada tetangga sekitar.

Tindakan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa pelaku tidak merasa bersalah.

Kurir di gudang SPX menyarankan untuk meminta ganti rugi secara penuh.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Umumkan Efisiensi Anggaran hingga Rp5,1 Triliun untuk Program Prioritas Rakyat Jawa Barat

Namun, korban menyatakan keberatan jika kurir harus menanggung kerugian atas kejadian yang bukan merupakan kesalahan mereka.

“Beberapa kurir disana bilang kalau ‘minta ganti rugi aja teh full”  tapi saya juga nggak tega kalau kurirnya harus ganti full,” ujar korban dalam unggahan lanjutan.

Kurir Turun Tangan

Kurir yang sebelumnya mengirim barang korban bahkan mendatangi langsung rumah pelaku setelah sebelumnya berkomunikasi melalui telepon dengan korban.

Aksi ini dilakukan atas inisiatif kurir, bukan atas permintaan korban.

“Guys, ini saya nggak nyuruh kurirnya untuk ke rumah pelaku ya. Kurirnya yang dateng sendiri pas lagi nganter paket daerah sini,” tulisnya.

Setelah bertemu dengan pelaku, kurir juga yang meminta agar kasus ini disebarluaskan di media sosial.

Menurut informasi tambahan dari korban, pelaku sebelumnya telah beberapa kali bermasalah dalam transaksi paket, terutama pada sistem Cash on Delivery (COD).

Nama pelaku telah di-blacklist oleh pihak kurir SPX dan JNT karena sering tidak membayar penuh paket COD dan sering menunda pembayaran, yang menyebabkan kerugian bagi kurir.

“Kurir SPX dan JNT udah blacklist namanya dia karena tiap paket COD nggak pernah bener, nggak dibayar full, dan dientar-entarin. Akhirnya kurir nombok mulu,” ungkap korban.

Respons Warganet

Unggahan tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet. Beberapa menyoroti kondisi keluarga pelaku.

“Kasian sama suaminya 😢” komentar akun @wi***.

“Suaminya malu banget itu kasian,” timpal akun @ma***.

Seorang warganet yang mengaku pernah bekerja di JNT bagian klaim juga menjelaskan prosedur internal jika ada masalah dalam pengantaran.

“Kalau ada masalah paket belum diterima, foto tidak jelas itu akan ditelusuri dulu beberapa hari, kalau tidak ada kejelasan kita bebankan pergantian full ke kurir, kurir akan kena SP 1, kasian kurirnya. Jadi kalau ada kurir mau foto paketnya atau foto sama orangnya dan paketnya, izinin ya, karena itu bukti untuk case-case ke depannya,” tulis akun @al***.

Baca Juga:  Pedagang Cilok di Ambon Disodori Miras oleh Mahasiswa hingga Sempoyongan Saat Jualan

(AKM/NID/RAD)

Trending