Berita
Transaksi SPKLU Naik 4 Kali Lipat pada Lebaran Tahun Ini
Mudik Lebaran 2026 jadi momentum lonjakan kendaraan listrik, transaksi SPKLU PLN meningkat signifikan.
MPN Indonesia 3 April 2026 - PT PLN (Persero) mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah transaksi pengisian daya kendaraan listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama periode mudik Lebaran 2026.
Dalam rentang waktu 12 hingga 31 Maret 2026, tercatat sebanyak 303.234 transaksi pengisian daya dilakukan oleh pengguna kendaraan listrik di berbagai SPKLU yang tersebar di seluruh Indonesia.
Angka ini mengalami peningkatan lebih dari empat kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang hanya mencatatkan 73.161 transaksi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa peningkatan ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik, terutama saat momen mudik Idulfitri.
“Lonjakan penggunaan SPKLU selama RAFI menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Hal ini tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami hadirkan secara optimal selama periode mudik,” ujarnya dalam penutupan Posko Nasional Sektor ESDM, Selasa (31/3).
Selain peningkatan jumlah transaksi, konsumsi listrik untuk pengisian kendaraan listrik juga mengalami lonjakan.
Tercatat konsumsi mencapai 7,16 juta kilowatt hour (kWh), meningkat dari 1,75 juta kWh pada periode yang sama tahun 2025.
Capaian ini menjadi bagian dari pelaksanaan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selama masa siaga Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Infrastruktur dan Layanan SPKLU Ditingkatkan
Untuk mendukung peningkatan kebutuhan selama periode mudik 2026, PLN bersama mitra mengoperasikan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia.
Rata-rata jarak antar SPKLU sekitar 22 kilometer, sehingga memudahkan pengguna kendaraan listrik dalam mengakses layanan pengisian daya selama perjalanan mudik.
Secara khusus di jalur utama mudik, yaitu Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, PLN menyediakan 1.681 unit SPKLU yang tersebar di 994 titik.
Jumlah ini mengalami peningkatan sekitar 70 persen dibandingkan Idulfitri 2025.
Selain SPKLU tetap, PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis, terutama di area keluar tol, sebagai langkah antisipatif terhadap kebutuhan darurat pengguna kendaraan listrik selama arus mudik dan balik.
PLN juga melakukan peningkatan teknologi pengisian daya di sejumlah SPKLU dengan tingkat penggunaan tinggi.
Beberapa titik telah ditingkatkan dari standard charging menjadi fast charging dan ultra fast charging, untuk mempercepat waktu pengisian dan mengurangi antrean.
Dukungan Digital Melalui Aplikasi PLN Mobile
Penguatan layanan SPKLU turut ditunjang dengan pengembangan fitur digital pada aplikasi PLN Mobile.
Fitur seperti Electric Vehicle Digital Services (EVDS) memudahkan pengguna dalam mengakses layanan SPKLU secara terintegrasi.
PLN juga menghadirkan fitur Trip Planner untuk membantu pengguna merencanakan perjalanan dengan informasi lokasi SPKLU serta ketersediaan konektor.
Fitur AntreEV memungkinkan pengguna memantau antrean secara real time, sementara sistem pembayaran elektronik EV-TAP yang telah tersedia di sejumlah SPKLU di jalur Trans Jawa menjadikan transaksi pengisian daya lebih praktis dan cepat.
Kemudahan ini merupakan bagian dari strategi PLN untuk mendorong masyarakat semakin nyaman menggunakan kendaraan listrik berbasis energi bersih selama mudik dan Lebaran.
Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Yudhiawan Wibisono, mengapresiasi pelaksanaan Posko Nasional RAFI 2026 dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, serta memastikan keandalan pasokan energi nasional.
“Posko bukan hanya sekadar pusat pengendalian tetapi juga wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat selama Hari Raya Idulfitri,” ungkapnya.
Selama periode mudik 2026, PLN memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan SPKLU guna mendukung pengguna kendaraan listrik dalam menjalankan perjalanan.
Peningkatan jumlah SPKLU dan transaksi ini menjadi bagian dari transformasi energi nasional menuju sistem transportasi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
