Ekonomi
Harga Minyak Dunia Hari Ini 9 April 2026 usai Selat Hormuz Kembali Ditutup
Harga minyak dunia naik setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz, memicu kekhawatiran pasokan energi global di tengah meningkatnya konflik Israel-Lebanon.
MPN Indonesia 9 April 2026 - Harga minyak dunia pada Rabu (9/4) mengalami kenaikan setelah Iran dilaporkan kembali menutup Selat Hormuz kurang dari 24 jam setelah menyetujui gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
Penutupan ini dipicu oleh meningkatnya serangan Israel ke Lebanon yang dianggap Teheran sebagai pelanggaran kesepakatan.
Kenaikan harga minyak dunia terjadi setelah sebelumnya sempat turun di bawah 100 dolar AS per barel pascapengumuman gencatan senjata.
Harga Minyak Mentah Brent dan WTI
Dikutip MPN Indonesia dari Oil Price, harga minyak mentah Brent tercatat diperdagangkan pada 97,10 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di level 97,59 dolar AS per barel, masing-masing naik 2,5% dan 3,4% dari penutupan hari sebelumnya.
Penutupan Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran serius karena jalur tersebut merupakan rute utama distribusi minyak dunia.
Media Iran melaporkan bahwa wilayah tertentu di selat itu telah ditandai sebagai “zona bahaya” akibat pemasangan ranjau laut.
Selain itu, kapal-kapal di Teluk menerima peringatan dari angkatan laut Iran bahwa kapal yang melintas tanpa izin “akan menjadi sasaran dan dihancurkan”, sebagaimana dikonfirmasi oleh perusahaan perantara pelayaran SSY kepada BBC Verify.
Ketegangan meningkat setelah Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon yang menurut Iran merupakan pelanggaran gencatan senjata.
Wakil Presiden AS JD Vance menyebut situasi tersebut sebagai “gencatan senjata yang rapuh”.
Kondisi ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak secara signifikan.
Kondisi Selat Hormuz sebelum Konflik
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur paling strategis dalam distribusi energi global, dengan sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati perairan tersebut.
Sebelum konflik memanas, puluhan hingga lebih dari seratus kapal melintas setiap hari di selat ini, termasuk kapal tanker minyak dan gas serta kapal kargo lainnya.
Namun, sejak eskalasi konflik di kawasan, lalu lintas pelayaran dilaporkan menurun tajam. Sejumlah operator kapal memilih menahan atau mengalihkan rute pelayaran akibat meningkatnya risiko keamanan di perairan tersebut.
Perusahaan pelacak maritim Pole Star Global memperkirakan dibutuhkan waktu hingga sekitar 10 hari untuk mengurai antrean kapal, bahkan jika kondisi pelayaran kembali normal.
Di tengah gangguan di Selat Hormuz, jalur alternatif seperti pipa Timur-Barat Arab Saudi menjadi semakin penting.
Pipa ini memiliki kapasitas sekitar 5 juta barel per hari dan mengalirkan minyak dari wilayah timur Arab Saudi ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah, sehingga memungkinkan ekspor tanpa melalui Selat Hormuz.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
