Politik
Purbaya Tuntut Bank Dunia Minta Maaf ke RI, Ini Penyebabnya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuntut Bank Dunia menyampaikan permintaan maaf.
MPN Indonesia 11 April 2026 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuntut Bank Dunia menyampaikan permintaan maaf.
Hal itu dilakukan Purbaya usai menilai proyeksi Bank Dunia soal pertumbuhan ekonomi Indonesia keliru.
Sebelumnya, laporan Bank Dunia memperkirakan ada perlambatan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia.
Purbaya: World Bank Salah Hitung
Purbaya menyebut bahwa perhitungan Bank Dunia didasarkan pada asumsi harga minyak global yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, ketika harga minyak kembali normal, proyeksi tersebut akan berubah.
“Saya pikir buat World Bank salah hitung. Tapi yang penting begini untuk kita adalah memastikan program-program berjalan dengan baik, sistem keuangan siap untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi membaik,” ucap Purbaya kepada wartawan di Kantor Kemenkeu, Kamis (9/4).
“Saya pikir dengan usaha-usaha seperti itu nanti juga pertumbuhan ekonomi akan berbalik membaik. Saya yakin World Bank hitung itu karena dampak harga minyak tinggi kan,” sambung dia.
Purbaya: Saya Tunggu Permintaan Maaf dari Mereka
Purbaya secara terbuka menyampaikan harapannya agar Bank Dunia merevisi proyeksinya seiring dengan harga minyak global yang berangsur normal.
Selain itu, Purbaya juga berharap agar Bank Dunia menyampaikan permintaan maaf atas kekeliruan proyeksinya itu.
“Kalau sebulan dua bulan ini harga minyak turun ke level normal lagi, World Bank pasti akan berubah prediksinya kan. Tapi dia sudah melakukan dosa besar, dia menimbulkan sentimen negatif ke kita,” ungkapnya.
“Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah baik lagi ke level yang normal kalau dia rubah prediksi ekonominya lagi,” lanjutnya.
Proyeksi Bank Dunia
Sebagai informasi, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik melambat menjadi 4,2 persen pada 2026 dari 5,0 persen pada 2025.
Lembaga tersebut juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 4,7 persen, lebih rendah dari target pemerintah Indonesia sebesar 5 persen.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
