Connect with us

Berita

Studi Kelayakan MRT Lebak Bulus-Serpong Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Kemenhub menargetkan studi kelayakan perpanjangan jalur MRT Jakarta dari Lebak Bulus menuju Serpong selesai pada akhir 2026.

Logompn

Published

on

Studi Kelayakan MRT Lebak Bulus Serpong Ditargetkan Rampung Tahun Ini
Studi Kelayakan MRT Lebak Bulus-Serpong Ditargetkan Rampung Tahun Ini. Gambar: MPN Indonesia/Shafa

Banten, MPN Indonesia 13 April 2026 - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan studi kelayakan perpanjangan jalur MRT Jakarta dari Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menuju Serpong, Tangerang Selatan, selesai pada akhir 2026.

Kajian ini disusun oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land).

“MRT Jakarta dan Sinar Mas Land sudah memulai studi kelayakan perpanjangan jalur MRT Jakarta dari Lebak Bulus ke Serpong,” ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4).

“MRT Jakarta dan Sinar Mas Land akan menyelesaikan kajian ini di akhir tahun. Apabila ada MRT, akan baik ke depannya, akan mengurai kemacetan di jalan raya maupun tol,” sambung dia.

Perpanjangan jalur MRT Jakarta ini dinilai strategis karena tingginya mobilitas masyarakat antara Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan.

Dengan adanya konektivitas langsung antara Lebak Bulus dan Serpong, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi perjalanan serta mendorong penggunaan transportasi umum.

Kolaborasi MRT Jakarta dan Sinar Mas Land

Studi kelayakan pengembangan rute MRT dari Lebak Bulus menuju Serpong telah dimulai sejak Juli 2025.

Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Sinar Mas Land.

Kajian komprehensif ini mencakup berbagai aspek penting, seperti skema pembiayaan, teknologi yang akan digunakan, serta penentuan trase proyek.

CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land Irawan Harahap menjelaskan bahwa kerja sama ini dilatarbelakangi oleh kondisi lalu lintas yang semakin padat di wilayah selatan Jakarta dan Tangerang Selatan.

“Ya, kita lihat nih traffic-nya parah kan. Dari kita punya development ke Jakarta gitu,” kata Irawan dalam konferensi pers di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (24/7).

Baca Juga:  Siap-siap! Proyek MRT Cikarang-Balaraja Tahap Awal Mulai Digarap 2026

“Kita enggak ngomong kita punya development aja lah, kita juga lihatin semuanya gitu kan teman-teman di sekitar perumahan itu ya. Memang kita lihat kondisi ini makin hari makin berat gitu ya,” sambungnya.

Irawan menambahkan bahwa keterlibatan Sinar Mas Land saat ini masih berada pada tahap studi.

Hasil kajian akan menjadi dasar pengambilan keputusan untuk kontribusi lebih lanjut dari pihak swasta.

“Kita lihat dari opsi-opsi itu visible enggak untuk kita. Meskipun nanti kita akan ada kayak bikin letter of intent terhadap Kementerian Perhubungan untuk menyampaikan intensi kita untuk perpanjangan jalur ini,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud menegaskan bahwa studi ini menjadi landasan utama dalam menentukan kelayakan proyek.

“Harapannya dengan studi ini nanti kita akan bisa mendapatkan kira-kira gambarannya akan seperti apa, biayanya berapa, dan semua itu memerlukan kajian komprehensif. Bagaimana biaya kita bisa tekan serendah-rendahnya dan pendapatan bisa kita tingkatkan setinggi-tingginya,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending