Connect with us

Internasional

Deretan Fakta Tragedi 30 Wisatawan Tewas di Benteng Laferriere Haiti

Desak-desakan saat Paskah di Haiti tewaskan 30 wisatawan. Pemerintah lakukan evakuasi dan penyelidikan penyebab tragedi.

Logompn

Published

on

Deretan Fakta Tragedi 30 Wisatawan Tewas di Benteng Laferriere Haiti
Benteng Laferriere Haiti. Gambar: The Guardian

MPN Indonesia 14 April 2026 - Sebanyak 30 wisatawan dilaporkan tewas dalam insiden saling berdesak-desakan yang terjadi di Benteng Laferrière, Haiti, pada Sabtu (11/4).

Peristiwa luar negeri ini berlangsung saat perayaan Paskah tahunan di lokasi wisata bersejarah yang terletak di kota Milot, wilayah utara Haiti.

Insiden terjadi di pintu masuk benteng ketika ribuan pengunjung, sebagian besar anak muda, memadati area tersebut.

Hujan lebat yang turun saat acara berlangsung memperparah situasi hingga memicu kepanikan massal.

Kepala Perlindungan Sipil Departemen Nord Haiti, Jean Henri Petit, menyatakan bahwa jumlah korban jiwa masih berpotensi bertambah karena sejumlah orang dilaporkan hilang.

Menteri Kebudayaan dan Komunikasi Haiti, Emmanuel Menard, mengonfirmasi jumlah korban tewas.

“Para korban luka saat ini sedang menerima perawatan medis yang diperlukan, dan tim penyelamat sedang mencari orang-orang yang hilang,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera pada Selasa (14/4).

Pemerintah Haiti juga telah mengerahkan seluruh otoritas terkait untuk menangani dampak tragedi ini.

Perdana Menteri Alix Didier Fils-Aimé menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa penyelidikan telah diluncurkan.

“Pemerintah menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang terkena dampak,” ujarnya.

Otoritas setempat juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada selama proses investigasi berlangsung.

Kronologi dan Penyebab Insiden

Pada hari kejadian, lokasi wisata tersebut dipadati oleh mahasiswa dan pengunjung yang menghadiri peringatan tahunan pendirian benteng.

Acara tersebut dilaporkan dipromosikan melalui media sosial, sehingga menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah.

Laporan awal menyebutkan bahwa desak-desakan terjadi di satu pintu masuk utama, diperparah oleh hujan deras yang menyebabkan kepanikan di antara pengunjung.

Baca Juga:  Influencer Filipina Meninggal usai Mukbang Kepiting Beracun "Devil Crab"

Beberapa laporan media lokal juga menyebutkan adanya perkelahian di area pintu masuk yang memicu situasi semakin tidak terkendali.

Operasi penyelamatan segera dilakukan setelah kejadian. Puluhan korban luka dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap orang-orang yang dilaporkan hilang, sementara area benteng ditutup sementara untuk pengunjung hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Respons Pemerintah

Pemerintah menyatakan bahwa seluruh otoritas telah dimobilisasi untuk memberikan bantuan darurat, perawatan medis, serta dukungan kepada keluarga korban.

Dalam pernyataan resmi, kantor perdana menteri menyebutkan adanya kesedihan mendalam atas insiden tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani dampaknya.

Selain itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang selama proses investigasi berlangsung.

Penyelidikan difokuskan pada penyebab pasti desak-desakan, termasuk faktor kepadatan pengunjung, kondisi cuaca, serta kemungkinan penggunaan gas air mata oleh aparat keamanan yang dilaporkan oleh beberapa media lokal.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending