Connect with us

Internasional

Gagal Kelabui Blokade AS, Kapal Tanker China Putar Balik ke Selat Hormuz

Kapal tanker milik China bernama Rich Starry yang berada di bawah sanksi Amerika Serikat kembali menuju Selat Hormuz pada Rabu (15/4).

Logompn

Published

on

Gagal Kelabui Blokade AS, Kapal Tanker China Putar Balik ke Selat Hormuz
Gagal Kelabui Blokade AS, Kapal Tanker China Putar Balik ke Selat Hormuz. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 17 April 2026 - Kapal tanker milik China bernama Rich Starry yang berada di bawah sanksi Amerika Serikat kembali menuju Selat Hormuz pada Rabu (15/4).

Rich Starry putar balik setelah gagal menembus blokade Amerika Serikat terhadap kapal yang berhubungan dengan pelabuhan Iran.

Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, kapal tersebut sebelumnya dikabarkan sempat keluar dari Teluk, namun kemudian berbalik arah dan kini berlabuh di perairan Iran.

Data dari LSEG dan Kpler menunjukkan bahwa Rich Starry sempat tercatat sebagai kapal pertama yang berhasil melintasi Selat Hormuz dan keluar dari Teluk pada Selasa (14/4).

Kapal itu termasuk di antara delapan kapal yang melintasi jalur perairan tersebut pada hari pertama blokade Amerika Serikat diberlakukan.

Blokade AS terhadap Selat Hormuz

Blokade Selat Hormuz diberlakukan oleh Amerika Serikat menyusul kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad pada akhir pekan, di tengah eskalasi konflik internasional yang melibatkan kedua negara.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan blokade tersebut pada Minggu (12/4) setelah pembicaraan damai tidak mencapai kesepakatan.

“Dalam 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS,” kata Komando Pusat Amerika Serikat di X.

Muatan Kapal Rich Starry

Rich Starry dan pemiliknya, Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd, dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat karena dituduh melakukan transaksi perdagangan dengan Iran.

Kapal tanker berukuran menengah (medium-range) itu mengangkut sekitar 250.000 barel metanol.

Berdasarkan data Kpler, muatan metanol tersebut dimuat di Pelabuhan Hamriyah, Uni Emirat Arab.

Selain membawa komoditas kimia, kapal tanker China itu diketahui diawaki seluruh awak berkebangsaan China.

Baca Juga:  Alasan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Umumkan Darurat Militer secara Mendadak

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending