Connect with us

Internasional

Penembakan Massal di Sekolah Turki, 9 Orang Tewas

Tragedi penembakan di sekolah Turki oleh siswa 14 tahun menewaskan 9 orang dan melukai 13 lainnya.

Logompn

Published

on

Penembakan Massal di Sekolah Turki, 9 Orang Tewas
Penembakan Massal di Sekolah Turki, 9 Orang Tewas. Gambar: BBC

MPN Indonesia 17 April 2026 - Seorang siswa berusia 14 tahun melakukan penembakan di Ayser Calik Secondary School, Kahramanmaras, Turki, pada Rabu (15/4).

Insiden tersebut menewaskan sembilan orang dan melukai 13 lainnya sebelum pelaku akhirnya tewas.

Peristiwa penembakan ini menjadi insiden kedua dalam dua hari terakhir di wilayah selatan Turki dan memicu perhatian luas.

Menteri Dalam Negeri Turki, Mustafa Cifci, mengonfirmasi bahwa sedikitnya delapan siswa dan satu guru tewas dalam serangan tersebut.

Ia juga menyebutkan bahwa 13 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan enam korban dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif.

“Seorang siswa datang ke sekolah dengan senjata api yang kami yakini milik ayahnya di dalam ranselnya. Dia memasuki dua ruang kelas dan melepaskan tembakan secara acak, menyebabkan luka-luka dan kematian,” ujar Gubernur Provinsi Kahramanmaras, Mukerrem Unluer, dikutip MPN Indonesia dari AFP pada Jumat (17/4).

Pelaku yang digambarkan sebagai siswa kelas 8 berusia 14 tahun dan dilaporkan menembak dirinya sendiri saat insiden berlangsung.

“Dia menembak dirinya sendiri. Belum jelas apakah ini bunuh diri atau terjadi di tengah kekacauan,” ujar Unluer.

Otoritas menyebut identitas pelaku tidak dipublikasikan.

Menteri Kehakiman Turki, Akin Gurlek, menyatakan penyelidikan segera diluncurkan untuk mengungkap motif dan rangkaian peristiwa penembakan tersebut.

Pelaku Bawa Lima Senjata

Insiden penembakan terjadi di dua ruang kelas di Ayser Calik Secondary School. Media Turki melaporkan pelaku membawa lima senjata api dan tujuh magasin.

Gubernur Mukerrem Unluer menyebut senjata tersebut diduga milik ayah pelaku yang merupakan mantan pejabat kepolisian.

Kepolisian Turki kemudian menahan ayah pelaku, Ugur Mersinli, serta ibu pelaku untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga:  Viral! Pelaku Maling Kotak Amal di Bogor Diikat Warga dan Ditangkap Polisi

Rekaman video yang telah diverifikasi menunjukkan situasi kepanikan saat penembakan berlangsung.

Dalam video yang direkam dari gedung di dekat sekolah dan berdurasi sekitar 1,5 menit, terdengar sekitar 15 kali tembakan.

Para siswa terlihat melompat dari jendela lantai pertama dan berlarian keluar dari area sekolah untuk menghindari tembakan.

Sejumlah orang tua berkumpul di luar gedung sekolah setelah kabar penembakan tersebar.

“Anak saya menyaksikan kejadian tersebut dan berkata ‘Ayah, temanku terluka,” ujar salah satu orang tua, Omer Erdag, kepada AFP, dikutip MPN Indonesia melalui BBC pada Jumat (17/4).

“Bagaimana saya bisa membawa anak-anak saya ke sekolah ini lagi?,” tambahnya.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan turut menyampaikan belasungkawa melalui akun media sosial resminya.

“Dalam serangan tragis ini, sayangnya kita kehilangan anak-anak muda kita yang cerdas dan seorang pendidik yang berdedikasi,” tulis Erdogan, dikutip MPN Indonesia melalui akun X @RTErdogan pada Jumat (17/4).

“Semoga anak-anak kita, keluarga kita, dan guru-guru kita segera pulih,” ujarnya.

Penyelidikan Motif

Motif penembakan belum diketahui secara jelas. Otoritas setempat menyatakan penyelidikan masih berlangsung.

Keterangan kepolisian menyebut pelaku sempat merujuk pada pembunuh massal Amerika Serikat, Elliot Rodger, dalam foto profil WhatsApp miliknya.

Rodger diketahui membunuh enam orang sebelum bunuh diri di California pada 2014.

Insiden ini terjadi sehari setelah kasus kriminal penembakan lain di distrik Siverek, Provinsi Sanliurfa, pada Selasa (14/4).

Dalam kejadian tersebut, seorang mantan siswa melepaskan tembakan di sekolah menengah tempat ia pernah bersekolah, melukai 16 orang sebelum akhirnya bunuh diri saat terlibat baku tembak dengan polisi.

Aparat penegak hukum terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap latar belakang serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku di Turki.

Baca Juga:  Silfester Matutina Siap Dieksekusi Kejari Jaksel terkait Kasus Fitnah terhadap Jusuf Kalla

(ADN/NID/RAD)

Trending