Connect with us

Internasional

Wow! Pelari asal Jepang Selesaikan Marathon Sekitar 250 Km di Gurun Sahara pakai Jas di Suhu 40°C

Pelari Jepang Masahiro Michinaka mencuri perhatian saat mengikuti Marathon des Sables 2026 di Gurun Sahara dengan mengenakan jas dan dasi di suhu ekstrem 40°C.

Logompn

Published

on

Wow! Pelari asal Jepang Selesaikan Marathon 270 Km di Gurun Sahara pakai Jas
Wow! Pelari asal Jepang Selesaikan Marathon 270 Km di Gurun Sahara pakai Jas. Gambar: Instagram/@territorio_trail

MPN Indonesia 19 April 2026 - Pelari asal Jepang, Masahiro Michinaka, mengikuti Marathon des Sables 2026 dengan mengenakan jas dan dasi saat menempuh salah satu etape tersulit di Gurun Sahara, Maroko.

Aksi tersebut terjadi pada Kamis (9/4) dalam rangkaian lomba lari sejauh 250–270 kilometer yang berlangsung selama tujuh hari dan enam etape, mulai 3 April hingga 13 April.

Michinaka mengenakan jaket jas hitam, celana panjang, dan dasi merah marun saat melintasi pasir Sahara dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius serta potensi badai pasir pada Etape 4 sejauh 100 kilometer yang dikenal sebagai bagian paling berat dalam ajang tersebut.

Dikutip MPN Indonesia melalui Running Magazine pada Minggu (19/4), Marathon des Sables, yang sering disebut sebagai lomba lari terberat di dunia, merupakan peristiwa luar negeri yang digelar di Gurun Sahara, Maroko.

Perlombaan ini mengharuskan peserta membawa seluruh perlengkapan mereka sendiri di punggung, dengan penyelenggara hanya menyediakan air dan tenda untuk tidur pada malam hari.

Dalam kondisi ekstrem tersebut, Michinaka tetap mengenakan pakaian bisnis lengkap yang dipadukan dengan sepatu lari berwarna oranye terang saat menjalani maraton pada Etape 4.

Marathon des Sables 2026 menandai edisi ke-40 penyelenggaraan ajang tersebut.

Gurun Sahara pada April dikenal memiliki suhu tinggi hingga 40°C serta badai pasir yang dapat datang tanpa peringatan, sehingga tantangan fisik dalam maraton ini semakin berat bagi seluruh peserta.

Profil dan Riwayat Lomba Masahiro Michinaka

Menurut profil UTMB-nya, Marathon des Sables menjadi ajang berskala UTMB kedua bagi Michinaka. Ia berkompetisi di divisi M20-34.

Sebelumnya, ia mengikuti Oku Musashi Long Trail 35K di Jepang, sebuah lintasan teknis dengan peningkatan ketinggian 2.338 meter.

Baca Juga:  Anak SMA yang Bunuh Diri di Jepang, Menimpa Seorang Wanita hingga Tewas

Dalam ajang tersebut, ia mencatatkan waktu 8 jam 56 menit 34 detik, dikutip MPN Indonesia melalui Marathon Handbook.

Peralihan dari jarak 35 kilometer di Jepang menuju 250–270 kilometer melintasi Gurun Sahara menunjukkan peningkatan tantangan yang signifikan.

Para pelari membawa semua kebutuhan mereka selama lomba, dengan dukungan terbatas berupa air dan tempat tidur yang disediakan panitia.

Dalam Etape 4 sepanjang 100 kilometer, Michinaka terlihat mengenakan jas dan dasi.

Penggunaan pakaian formal dalam maraton bukan kali pertama terjadi dalam dunia lari jarak jauh.

Kostum tidak lazim kerap digunakan dalam ajang maraton, sering kali dalam upaya mengejar Rekor Dunia Guinness.

Rekor maraton tercepat dengan setelan jas saat ini tercatat 2:38:21, yang dicetak tahun lalu oleh Jason Hunt dari Selandia Baru.

Catatan waktu tersebut menjadi bagian dari sejarah penggunaan jas dalam ajang maraton internasional.

(ADN/NID/RAD)

Trending