Internasional
Finis Sudah Dekat, Dua Pelari Pilih Tolong Lawan yang Kolaps di Boston Marathon
Momen haru di Boston Marathon viral setelah dua pelari menghentikan lomba untuk membantu pelari yang hampir gagal finis.
MPN Indonesia 23 April 2026 - Ajay Haridasse hampir mencapai garis finis Boston Marathon ketika kakinya mendadak lemas dan ia terjatuh sekitar 1.000 kaki (305 meter) sebelum finis pada perlombaan yang berlangsung Senin (21/4).
Di tengah situasi itu, dua pelari lain, Aaron Beggs dari Irlandia Utara yang merupakan anggota North Down Athletic Club di Irlandia Utara dan Robson De Oliveira dari Brasil, menghentikan laju mereka untuk membantu Ajay berdiri dan membawanya melewati garis akhir.
Tindakan tersebut terjadi di depan penonton yang berjejer di garis finis dan terekam dalam sejumlah video yang kemudian viral di media sosial.
Insiden itu terjadi setelah hampir tiga jam perlombaan berlangsung, ketika garis finis sudah berada di depan mata para peserta.
Rekaman dari beberapa penonton memperlihatkan Ajay yang tampak lemah berusaha bangkit beberapa kali sementara puluhan pelari lain melewatinya.
Aaron Beggs menjadi orang pertama yang berhenti untuk membantu, mengulurkan kedua tangan untuk mengangkat Ajay yang tidak mampu berdiri sendiri.
Tak lama kemudian, Robson De Oliveira yang saat itu berada di jalur untuk mencetak rekor maraton tercepat pribadinya ikut menghentikan larinya dan membantu menopang Ajay hingga melewati garis finis.
Berbicara kepada Boston Herald, Ajay menggambarkan kondisinya saat itu.
“Setelah jatuh untuk keempat kalinya, saya bersiap untuk merangkak,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia melalui BBC pada Kamis (23/4).
Ia juga mengakui pengorbanan Robson.
“Jika dia tidak membantu saya, itu akan menjadi balapan tercepatnya sepanjang karier,” ungkapnya.
Aksi kedua pelari tersebut memicu sorak sorai penonton yang menyaksikan langsung di lokasi dan yang kemudian melihat rekamannya di media sosial.
Kronologi Insiden sebelum Garis Finis
Rekaman menunjukkan Ajay terjatuh tidak lama setelah melewati penanda jarak 26 mil (41,8 kilometer).
Ia tampak kesulitan menjaga keseimbangan dan berulang kali mencoba bangkit.
Di tengah situasi itu, Aaron yang mengenakan rompi kuning dan biru milik North Down Athletic Club menghentikan langkahnya.
Ia berupaya menstabilkan tubuh Ajay yang kelelahan, namun membutuhkan bantuan tambahan untuk membawanya berdiri tegak.
Robson De Oliveira kemudian mendekat dan ikut menopang Ajay.
Dalam unggahan di Instagram, Robson menyatakan bahwa ia melihat Ajay pingsan di kejauhan menjelang akhir lomba, tetapi ia tahu bahwa ia tidak memiliki kekuatan untuk membantunya sendirian.
“Pada saat itu, saya berpikir, ‘Ya Tuhan, jika seseorang berhenti, saya juga akan berhenti dan membantunya’,” tulisnya.
Setelah melihat Aaron berhenti, Robson memutuskan membantu.
“Saya tahu saya bisa membantu, karena dua lebih kuat daripada satu,” ujarnya saat itu.
Keduanya kemudian merangkul Ajay dan membantunya menempuh sisa jarak sekitar 1.000 kaki (305 meter) menuju garis finis.
Setibanya di garis akhir, petugas medis segera memberikan perawatan dan membawa para pelari ke tenda medis.
“Keduanya (Robson dan Ajay) dibawa ke tenda medis dan saya hanya pergi untuk makan sepuasnya,” ujar Aaron.
Dalam unggahan Instagramnya, Aaron juga memuji Robson atas “komitmen tanpa pamrihnya untuk mengutamakan orang lain daripada diri sendiri”.
Alasan Aaron Membantu Ajay
North Down Athletic Club di Irlandia Utara memuji tindakan Aaron Beggs melalui unggahan media sosial.
Klub tersebut menjulukinya sebagai “superstar” yang “tidak akan mengabaikan atlet yang sedang kesulitan”.
Berbicara dari rumahnya di Bangor pada Rabu (23/4), Aaron menjelaskan pandangannya tentang kejadian tersebut.
“Ketika Anda mengikuti maraton, itu adalah perjalanan bersama, saling membantu, saling mendukung,” tutur Aaron.
“Hal seperti yang saya lakukan kemarin, itu sering terjadi. Ini bukan kejadian sekali saja. Saya tidak bisa memberi tahu Anda, hanya naluri alami yang membuat saya menghampirinya,” jawabnya saat ditanya mengapa ia berhenti dan mengorbankan waktu balapannya sendiri.
“Yang saya lakukan hanyalah membantu seseorang,” imbuhnya.
Presiden dan CEO Boston Athletic Association, Jack Fleming, juga memberikan tanggapan terkait insiden ini.
“Tidak ada maraton yang mudah. Jarak ini tidak bisa dianggap enteng,” katanya, dikutip MPN Indonesia melalui Greenwich Time.
“Kita memang melihat para pelari maraton dan atlet saling menjaga satu sama lain di seluruh dunia, bukan hanya di Boston Marathon. Hal itu terlihat langsung di Boston, dan menjadi bagian dari karakter olahraga ini,” ujarnya.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
