Connect with us

Lifestyle

10 Rangkaian Ibadah Haji dari Awal hingga Akhir yang Tak Boleh Dilewatkan

Menjelang haji 2026, pemahaman mengenai alur dan tata cara ibadah menjadi perhatian bagi calon jemaah haji agar seluruh rangkaian dijalankan sesuai syariat.

Logompn

Published

on

10 Rangkaian Ibadah Haji dari Awal hingga Akhir yang Tak Boleh Dilewatkan
10 Rangkaian Ibadah Haji dari Awal hingga Akhir yang Tak Boleh Dilewatkan. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 26 April 2026 - Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan oleh umat Islam yang mampu secara fisik, mental, dan finansial.

Menjelang pelaksanaan haji 2026, pemahaman mengenai alur dan tata cara ibadah menjadi perhatian bagi calon jemaah haji agar seluruh rangkaian dijalankan sesuai syariat, tertib, dan sah.

Rangkaian ibadah haji ini harus dijalankan secara runtut dan dipahami dengan baik agar jemaah haji dapat melaksanakannya sesuai tuntunan.

1. Ihram dari Miqat

Ihram menjadi tahapan pertama dalam haji. Ihram adalah niat untuk melaksanakan haji atau umrah ke Tanah Suci Makkah dan dimulai dari miqat yang telah ditentukan.

Miqat terbagi menjadi miqat makani (batas tempat) dan miqat zamani (batas waktu).

Miqat zamani haji berlangsung sejak 1 Syawal hingga 9 Zulhijah sebelum matahari tergelincir (zuhur).

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Bank Muamalat, pelaksanaan ihram meliputi mandi sunah, berwudu sebelum mengenakan pakaian ihram, memakai pakaian ihram, menunaikan salat sunah dua rakaat, membaca niat haji, serta melafalkan talbiyah dalam perjalanan menuju Arafah.

2. Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah hingga terbit fajar 10 Zulhijah.

Jemaah haji berdiam diri di Padang Arafah untuk berdoa, berzikir, membaca Al-Qur’an, dan mendengarkan khutbah wukuf. Salat Zuhur dan Asar dapat dilaksanakan dengan jamak qasar takdim.

Wukuf merupakan rukun haji yang tidak dapat diganti dengan dam. Rasulullah SAW bersabda, “Haji itu adalah Arafah.” (HR. Tirmidzi).

Baca Juga:  Raja Salman Beri Haji Gratis untuk 1.000 Warga Palestina

3. Mabit di Muzdalifah

Setelah wukuf, jemaah haji menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam hingga menjelang Subuh. Di tempat ini, jemaah haji mengumpulkan batu kerikil untuk lempar jumrah di Mina.

4. Lempar Jumrah

Pada 10 Zulhijah, jemaah haji melaksanakan lempar jumrah Aqabah dengan tujuh batu kerikil satu per satu.

Lempar jumrah dilakukan di tiga lokasi, yakni Jumrah Ula (dekat Masjid Al-Khaif di ujung timur), Jumrah Wustha (tengah), dan Jumrah Aqabah (ujung barat Mina).

5. Tahalul Awal

Setelah lempar jumrah, jemaah haji melakukan tahalul awal dengan mencukur atau memotong sedikitnya tiga helai rambut.

Tahalul secara bahasa berarti “menjadi boleh” atau “diperbolehkan”. Tahapan ini menandai sebagian larangan ihram telah gugur, kecuali hubungan suami istri dan akad nikah.

6. Tawaf Ifadah

Tawaf ifadah dilakukan di Masjidil Haram dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran berlawanan arah jarum jam, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad.

Syaratnya antara lain suci dari hadas, menutup aurat, Ka’bah berada di sisi kiri, dilakukan di dalam Masjidil Haram, serta tidak berada di dalam lingkaran antara Hijir Ismail dan Ka’bah.

7. Sai antara Shafa dan Marwah

Sai dilaksanakan setelah tawaf ifadah dengan berjalan atau berlari kecil sebanyak tujuh kali antara Bukit Shafa dan Marwah.

Pelaksanaan dimulai dari Shafa menghadap Ka’bah sambil melafalkan niat, kemudian menuju Marwah. Itu dihitung satu kali perjalanan.

8. Tahalul Kedua

Tahalul kedua menandai seluruh larangan ihram telah berakhir. Jemaah laki-laki dianjurkan mencukur rambut bagian kanan, tengah, dan kiri atau menggundulnya, sedangkan perempuan memotong sedikitnya tiga helai rambut sepanjang jari.

9. Mabit di Mina

Jemaah haji kembali ke Mina untuk mabit pada 11, 12, dan 13 Zulhijah (hari tasyrik).

Baca Juga:  4 Jemaah Haji Asal Indonesia Keciduk Merokok hingga Alarm Kebakaran di Lorong Hotel Menyala

Pada hari-hari tersebut, jemaah haji melempar tiga jumrah, yakni Ula, Wustha, dan Aqabah, masing-masing dengan tujuh lemparan setiap hari.

10. Tawaf Wada

Tawaf wada merupakan tawaf perpisahan yang dilakukan sebelum meninggalkan Makkah.

Tawaf ini dilaksanakan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran di Masjidil Haram.

Jika tidak dilaksanakan, jemaah haji diwajibkan membayar dam atau menyembelih kambing. Setelah tawaf wada, jemaah haji harus segera meninggalkan Kota Makkah.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending