Berita
KAI Buka Suara soal Posisi Gerbong: Keselamatan Penumpang Setara, Tak Bedakan Gender
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan tidak ada perbedaan standar keselamatan antara penumpang perempuan dan laki-laki.
MPN Indonesia 30 April 2026 - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan tidak ada perbedaan standar keselamatan antara penumpang perempuan dan laki-laki.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama KAI dan tidak ada toleransi terhadap penurunan standar perlindungan bagi seluruh pengguna jasa.
“Kami perlu menegaskan juga bahwa keselamatan adalah prioritas utama kami,” ujar Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).
“Kami tidak ada toleransi sama sekali untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan para pelanggan pengguna jasa PT Kereta Api Indonesia, baik itu gendernya laki-laki maupun gendernya perempuan,” sambungnya.
Bobby: Kami Tak Membedakan Gender
Bobby menjelaskan terkait isu penempatan gerbong khusus perempuan yang menjadi sorotan setelah kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
Ia mengatakan bahwa perusahaan menjamin seluruh area kereta memiliki protokol keselamatan yang sama tanpa membeda-bedakan gender, meski gerbong perempuan berada di ujung rangkaian.
“Seperti yang saya sampaikan tadi, KAI menjamin keselamatan. Bagi kami keselamatan tidak ada toleransinya sama sekali, tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan gender laki-laki dan perempuan,” kata dia.
“Sekali lagi saya sampaikan, bagi kami PT Kereta Api Indonesia keselamatan adalah nomor satu. Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi baik pelanggan atau pengguna jasa perempuan maupun pengguna jasa laki-laki,” sambungnya.
Penjelasan soal Posisi Gerbong Perempuan
Terkait penempatan gerbong khusus perempuan di bagian paling depan dan belakang rangkaian KRL, PT KAI menyebut kebijakan tersebut dilakukan atas pertimbangan kenyamanan serta keamanan.
“Tentang penempatan laki dan perempuan itu hanya untuk kenyamanan atau kemudahan saja. Jadi selama ini kami mengutamakan perempuan untuk tingkat kenyamanan dan kemudahan akses dan tentunya keamanan di dalam kereta juga,” jelas Bobby.
Ia menambahkan bahwa pemisahan gerbong perempuan juga mempertimbangkan pencegahan pelecehan serta kedekatan dengan petugas keamanan.
“Selama ini kami lakukan pemisahan itu karena ada beberapa aspek. Aspek pertama adalah agar tidak terjadi harassment,” ujarnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
